RADAR KUDUS – Sekuel dari film drama laga Indonesia yang sukses, Sayap-sayap Patah, berjudul Sayap-sayap Patah 2: Olivia, resmi mengumumkan penayangan perdananya pada 8 Mei 2025 di bioskop seluruh Indonesia.
Film ini diproduksi oleh Denny Siregar Production, disutradarai oleh Ferry Pei Irawan, dan menampilkan deretan actor ternama seperti Arya Saloka, Myesha Lin, Dara Sarasvati, Nugie, dan Juan Bio One.
Sayap-Sayap Patah 2: Olivia melanjutkan semangat film pertama yang mengangkat isu terorisme, kali ini dengan fokus pada hubungan ayah dan anak yang penuh emosi.
Cerita berpusat pada Pandu (Arya Saloka), seorang aparat yang berjuang menyeimbangkan tugas beratnya dengan kebutuhan putrinya, Olivia (Myesha Lin), yang merindukan sosok ayah setelah kehilangan ibunya.
Konflik meningkat Ketika Pandu diperintahkan oleh atasannya, Sadikin (Nugie), untuk menyelidiki Leong (Iwa K), seorang mantan teroris yang baru bebas dari penjara.
Ketegangan memuncak saat sebuah bom meledak di sebuah kafe, memperumit misi Pandu dan mengancam keselamatan keluarganya.
Film ini juga memperkenalkan karakter Suri (Dara Sarasvati), seorang guru yang menjadi sumber kehangatan bagi Olivia, menambah dimensi emosional dalam cerita.
Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Marthinus Hukom, turut menghadiri gala premier Sayap-Sayap Patah 2: Olivia pada 30 April 2025 di Bioskop XXI Epicentrum, Jakarta Selatan.
Kehadirannya menunjukkan dukungan terhadap pesan anti-terorisme yang diusung film ini, sejalan dengan misi film pertama yang diakui oleh Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) pada 2022 sebagai pengingat bahaya terorisme.
Denny Siregar, produser film ini, menyatakan bahwa sayap-Sayap Patah 2: Olivia adalah karya keempat dari Denny Siregar Production setelah kesuksesan Kupu-Kupu Kertas.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Film Animasi Penuh Pesan, Cocok Untuk Anak-Anak dan Ditonton Keluarga
Trailer resmi film ini telah dirilis sejak April 2025, mengundang antusiasme publik di media sosial.
Sayap-Sayap Patah 2: Olivia diharapkan bukan hanya memberikan hiburan semata namun juga memperkuat kesadaran masyarakat mengenai bahaya toleransi dan radikalisme, sembari memberikan tawaran pengalaman sinematik yang emosional dan mendebarkan.
Film ini diprediksi menjadi salah satu tontonan wajib di bioskop pada musim panas 2025. (Asri Kurniawati)
Editor : Ali Mustofa