Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mayoritas Penonton Coachella 2025 Beli Tiket Masuk Rp10 juta Pakai Paylater, Bayar Cicilan mulai Rp336 Ribu

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 16 April 2025 | 02:16 WIB

 

Coachella
Coachella

RADAR KUDUS - Festival musik paling bergengsi di Amerika Serikat, Coachella 2025, kembali menjadi sorotan.

Namun bukan hanya deretan artis papan atas yang bikin heboh, melainkan tren baru dalam pembelian tiket: mayoritas pengunjung kini membeli tiket menggunakan sistem paylater atau cicilan!

Dengan harga tiket masuk umum mencapai US$599 atau setara Rp10 juta, tak heran jika banyak penggemar musik memilih cara pembayaran yang lebih ringan di awal.

Sistem pembayaran cicilan ini memungkinkan calon penonton menikmati festival musik selama tiga hari hanya dengan membayar mulai dari US$19,99 (sekitar Rp336 ribu) di muka.

Skema ini langsung menarik perhatian, terutama kalangan milenial dan Gen Z yang mendominasi demografi penonton Coachella.


Tiket Mahal, Tapi Tetap Diserbu

Digelar setiap tahun di Indio, California, Coachella bukan hanya festival musik biasa. Ini adalah panggung impian yang menyatukan musisi legendaris, bintang global, dan talenta baru di bawah satu langit padang pasir.

Harga tiket yang tinggi tak menyurutkan minat pengunjung. Sebaliknya, skema buy now pay later (BNPL) justru mendorong lebih banyak orang untuk ikut merasakan pengalaman ikonik ini. Tahun ini, sekitar 60% penonton membeli tiket dengan sistem cicilan, menurut laporan dari Billboard.

Para pembeli tiket dengan sistem ini dikenakan biaya pendaftaran awal sebesar US$41 (sekitar Rp688 ribu). Jika dihitung secara kasar dengan jumlah pengunjung mendekati 100.000 orang, biaya awal ini saja telah menghasilkan lebih dari US$4 juta (sekitar Rp67,2 miliar) untuk promotor dan mitra penjualan tiket.


Cara Kerja Skema Cicilan Coachella

Pembayaran cicilan ini biasanya berlangsung dalam jangka waktu tiga bulan, dimulai sejak pengumuman lineup festival pada Januari, hingga festival dimulai pada April. Pengunjung cukup membayar US$19,99 di awal, kemudian melunasi sisa pembayaran sesuai jadwal.

Namun ada ketentuan ketat: jika penonton gagal membayar cicilan tepat waktu, mereka diberi tenggat hingga 10 hari untuk melunasi. Jika tidak, tiket mereka dibatalkan. Sebagai kompensasi, mereka bisa menerima kredit untuk pembelian tiket Coachella tahun depan.

Sistem ini berbeda dengan layanan paylater populer seperti Klarna atau Affirm, yang biasanya baru menagih pembayaran setelah produk atau layanan diterima, dan tidak mengenakan biaya pendaftaran awal.


Dari 18% ke 60%: Tren Paylater Melejit

Sistem paylater bukan hal baru di Coachella. Sejak pertama kali diperkenalkan pada 2009, hanya 18% penonton yang memanfaatkannya. Namun angka tersebut terus melonjak seiring berjalannya waktu, terutama dengan meningkatnya biaya hidup dan tingginya harga hiburan pasca pandemi.

Menurut Ben Danner, analis senior dari Javelin Strategy & Research, sistem BNPL yang menawarkan pinjaman tanpa bunga dan tanpa biaya awal berpotensi menggantikan skema cicilan Coachella saat ini.

“Anak muda saat ini sudah sangat terbiasa dengan layanan BNPL. Jika festival besar seperti Coachella tidak beradaptasi, mereka bisa kehilangan daya saing dalam jangka panjang,” ujar Danner.


Festival Musik Lain Ikut Tren Serupa

Fenomena paylater di festival musik bukan monopoli Coachella. Bonnaroo Festival di Tennessee juga menawarkan sistem cicilan, meskipun mensyaratkan pembayaran awal sebesar 50% dari harga tiket.

Sementara itu, festival Bloodstock di Inggris, yang lebih fokus pada musik heavy metal, membagi pembayaran tiket menjadi enam kali cicilan sebesar £33,18 (sekitar Rp733 ribu) per bulan.

Fleksibilitas ini menjadikan festival lebih inklusif dan dapat dijangkau oleh berbagai kalangan.


Lebih dari Sekadar Musik: Coachella Jadi Gaya Hidup

Coachella bukan hanya festival musik, tapi juga menjadi fenomena gaya hidup. Banyak pengunjung datang untuk pengalaman keseluruhan—mulai dari panggung megah, instalasi seni raksasa, hingga outfit festival yang jadi ajang pamer tren fashion terbaru.

Dengan begitu banyak pengeluaran tambahan seperti akomodasi, makanan, minuman, transportasi, dan merchandise, tak heran jika sistem cicilan jadi solusi keuangan yang menarik. Terlebih lagi, festival ini dikenal memicu lonjakan ekonomi lokal dan memberi dampak signifikan bagi industri pariwisata di California.


Apakah Indonesia Perlu Terapkan Sistem Serupa?

Melihat kesuksesan Coachella, muncul pertanyaan: perlukah festival musik di Indonesia mengadopsi sistem cicilan seperti ini?

Di tengah popularitas festival seperti Synchronize Fest, We The Fest, atau Djakarta Warehouse Project (DWP), sistem pembayaran fleksibel bisa menjadi kunci untuk menarik lebih banyak pengunjung, terutama dari kalangan mahasiswa dan pekerja muda.

Dengan maraknya platform paylater seperti Kredivo, Akulaku, atau Shopee Paylater, bukan tak mungkin sistem ini akan segera menjadi standar baru dalam penjualan tiket hiburan di Tanah Air.

Editor : Mahendra Aditya
#5 fakta menarik Jennie di panggung Coachella 2025 #tiket masuk Coachella #lisa solo di coachella #coachella #busana jennie blackpink di coachella #harga tiket masuk Coachella #jadwal coachella #justin bieber di coachella 2025 #outfit justin bieber di coachella 2025 #pakaian jennie di Coachella 2025 #green day tampil di coachella 2025 #link coachella #penampilan julia fox di coachella 2025 #lisa coachella stage #enhypen coachella #tiket Coachella #link live streaming coachella