Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

The Electric State: Film Netflix Termahal dengan Anggaran Rp 4,8 Triliun, Apakah Layak Ditonton?

Mahendra Aditya Restiawan • Sabtu, 15 Maret 2025 | 03:39 WIB

The Electric State
The Electric State

RADAR KUDUS - Netflix kembali membuat gebrakan dengan merilis film fiksi ilmiah terbaru mereka, The Electric State, yang menjadi film termahal dalam sejarah platform streaming ini.

Dengan anggaran mencapai $320 juta (sekitar Rp 4,8 triliun), film ini mencuri perhatian publik.

Namun, apakah film ini mampu memenuhi ekspektasi penonton? Simak ulasan lengkapnya berikut ini!


Fakta Menarik The Electric State

No. Aspek Detail
1 Anggaran Produksi $320 juta (Rp 4,8 triliun), menjadikannya film termahal Netflix.
2 Sutradara Anthony dan Joe Russo (duet sukses di Avengers: Infinity War dan Endgame).
3 Pemeran Utama Millie Bobby Brown (Stranger Things) dan Chris Pratt (Guardians of the Galaxy).
4 Latar Waktu Tahun 1990-an di realitas alternatif yang dikuasai robot.
5 Ulasan Kritikus Beragam, dengan pujian untuk efek visual namun kritik untuk plot.

The Electric State


Sinopsis The Electric State

Film ini mengisahkan tentang Michelle (Millie Bobby Brown), seorang remaja yatim piatu yang tinggal di dunia alternatif tahun 1990-an yang dikuasai oleh robot.

Michelle memulai perjalanan untuk mencari adiknya yang hilang, ditemani oleh robot bernama Cosmo.

Di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan Keats (Chris Pratt), seorang mantan tentara yang membantu mereka menghadapi berbagai tantangan.


Ulasan Kritikus

  1. Pujian untuk Efek Visual dan Desain Robot

    • Associated Press menyebut desain robot dalam film ini sangat mengesankan dan menjadi salah satu aspek terkuat.

    • Efek visual yang memukau juga menjadi sorotan utama, terutama dengan anggaran besar yang dialokasikan.

  2. Kritik untuk Plot dan Karakter

    • The Times mengkritik penampilan Millie Bobby Brown yang dianggap kurang mendalam, sementara plotnya dinilai biasa saja dan kurang orisinal.

    • New York Post menyebut film ini sebagai "kekecewaan mahal" dengan plot fiksi ilmiah yang terasa seperti daur ulang.

  3. Pertanyaan tentang Strategi Netflix
    Dengan anggaran yang setara dengan film-film blockbuster seperti Star Wars dan Avatar, Netflix berharap bisa menarik lebih banyak langganan dan meningkatkan waktu tonton. Namun, ulasan kritis yang beragam membuat efektivitas strategi ini dipertanyakan.


Perbandingan dengan Film Netflix Lainnya

No. Film Anggaran Ulasan Kritikus Kesimpulan
1 The Electric State $320 juta Beragam Efek visual kuat, plot kurang orisinal.
2 Red Notice $200 juta Campuran Menghibur, tapi dianggap terlalu mahal.
3 The Gray Man $200 juta Positif Aksi seru, tapi kurang mendalam.
4 Bright $90 juta Negatif Plot kacau, tapi menarik penonton.

Kelebihan dan Kekurangan The Electric State

Kelebihan:

  1. Efek Visual yang Memukau
    Dengan anggaran besar, film ini menampilkan efek visual dan desain robot yang sangat detail dan mengesankan.

  2. Pemeran Bintang Internasional
    Millie Bobby Brown dan Chris Pratt membawa daya tarik besar bagi penonton.

  3. Konsep Unik
    Latar dunia alternatif tahun 1990-an yang dikuasai robot menawarkan perspektif baru dalam genre fiksi ilmiah.

Kekurangan:

  1. Plot yang Kurang Orisinal
    Banyak kritikus yang menilai plotnya terlalu klise dan tidak memberikan kesan mendalam.

  2. Karakter yang Kurang Berkembang
    Beberapa karakter, termasuk Michelle, dianggap kurang memiliki kedalaman emosional.

  3. Strategi Rilis Langsung Streaming
    Beberapa penonton merasa film dengan anggaran sebesar ini seharusnya dirilis di bioskop untuk pengalaman menonton yang lebih maksimal.


Dampak The Electric State bagi Netflix

  1. Meningkatkan Jumlah Langganan
    Netflix berharap film ini bisa menarik lebih banyak penonton baru dan meningkatkan loyalitas pelanggan.

  2. Membuka Peluang untuk Sekuel
    Jika sukses, tidak menutup kemungkinan Netflix akan mengembangkan sekuel atau spin-off dari film ini.

  3. Pertanyaan tentang Efektivitas Anggaran
    Dengan ulasan yang beragam, Netflix perlu mengevaluasi kembali strategi produksi film-film besar mereka.


Kesimpulan

The Electric State adalah film ambisius Netflix dengan anggaran termahal sepanjang sejarah platform ini.

Meskipun efek visual dan desain robotnya memukau, film ini mendapat kritik karena plot yang kurang orisinal dan karakter yang kurang berkembang.

Namun, dengan pemeran bintang seperti Millie Bobby Brown dan Chris Pratt, film ini tetap layak ditonton bagi penggemar genre fiksi ilmiah.


Jangan lewatkan! Tonton The Electric State di Netflix dan saksikan sendiri kehebatan efek visualnya! ????????

Editor : Mahendra Aditya
#The Electric State film netflix termahal #Film Netflix Termahal #Nonton The Electric State #netflix #Film Netflix #The Electric State