Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Viral! Fanny Soegi Ungkap Sisi Gelap Soegi Bornean di X Twitter, Royalti Capai Lebih Setengah Miliyar

Zakarias Fariury • Senin, 9 September 2024 | 02:23 WIB
TRENDING: Postingan Fanny Soegi mendadak viral lantaran membahas tentang sisi gelap mantan bandnnya Soegi Bornean tentang pembagian royalti yang nilainya capai lebih dari Rp. 500 Juta. (@fannysoegi)
TRENDING: Postingan Fanny Soegi mendadak viral lantaran membahas tentang sisi gelap mantan bandnnya Soegi Bornean tentang pembagian royalti yang nilainya capai lebih dari Rp. 500 Juta. (@fannysoegi)

RADAR KUDUS - Penyanyi Fanny Soegi, mantan vokalis grup band Soegi Bornean, meluapkan emosi di media sosial X (sebelumnya Twitter) terkait dugaan ketidaktransparanan royalti dari lagu-lagu yang ia ciptakan.

Salah satu yang disorot Fanny adalah lagu hit "Asmalibrasi," yang ternyata menjadi sumber konflik besar antara dirinya dan band Soegi Bornean.

Ungkapan kekecewaan ini ia tuliskan pada Minggu, 8 September 2024, melalui akun @fannysoegi.

Dalam cuitannya, Fanny mengungkapkan betapa ironis situasi yang ia alami, di mana meskipun lagu tersebut sangat populer dan didengar di berbagai platform, ia sebagai pencipta lagu justru kesulitan keuangan.

Ia bahkan harus meminjam uang untuk membayar biaya sekolah anaknya.

"Bayangin aja, lagu Asma ini yang kalian denger di mana-mana penciptanya sampai minjem uang untuk bayar sekolah anaknya," tulis Fanny di akun X-nya, yang langsung memicu perhatian netizen.

Tidak hanya itu, Fanny juga menyebut bahwa pihak Soegi Bornean tidak transparan soal pembagian royalti.

Ia menuding royalti dari lagu yang sangat populer tersebut justru tidak sampai ke tangannya, padahal jumlahnya cukup besar.

"Nominal dari royalti lagu ini nggak main-main, setengah Milyar lebih ada, tapi justru orang-orang yang nggak punya hak dapat paling banyak dan nggak transparan," lanjutnya dalam cuitan tersebut.

Tudingan Soal Nama dan Hak Kekayaan Intelektual

Kekesalan Fanny terhadap Soegi Bornean bukan hanya soal royalti, tetapi juga terkait hak penggunaan nama "Soegi" yang masih dipakai oleh band tersebut, meskipun ia telah resmi keluar dari grup musik tersebut.

Fanny mengungkapkan bahwa dirinya sempat diminta untuk membayar sejumlah uang jika ingin tetap menggunakan nama "Soegi" setelah meninggalkan band.

Ini, menurutnya, merupakan tindakan yang sangat tidak adil, karena nama tersebut sudah menjadi bagian dari identitas pribadinya.

"Aku masih inget banget ketika aku mau keluar dari Band itu dan dihadapkan orang-orang HAKI, aku diharuskan membayar namaku sendiri yakni 'Soegi' kalau aku keluar dengan entitas yang baru. Ada rekamannya lagi," ungkap Fanny, menyoroti perlakuan yang ia anggap tidak pantas dari mantan rekan-rekannya.

Tidak berhenti di situ, Fanny juga membagikan pengalaman pahit lainnya saat masih tergabung dengan Soegi Bornean.

Ia mengingat bagaimana, di tengah masa berkabung setelah kepergian ibunya, ia tetap dipaksa untuk tampil di atas panggung meskipun dalam kondisi emosional yang tidak stabil.

Tekanan ini, menurut Fanny, datang dengan kata-kata yang sangat menyakitkan.

"Aku masih inget banget rasanya 7 harian Ibuku, aku diharuskan tetap manggung dengan kata-kata menyakitkan," tulisnya dengan nada penuh kekecewaan.

Reaksi Warganet dan Dukungan untuk Fanny

Pengakuan Fanny Soegi ini dengan cepat mendapat respons dari warganet. Banyak yang terkejut dengan fakta-fakta yang baru terungkap, terutama soal ketidakadilan dalam pembagian royalti dan perlakuan terhadap Fanny selama masih berada di Soegi Bornean.

Beberapa akun media sosial mengungkapkan keprihatinan dan dukungan moral kepada Fanny agar terus memperjuangkan hak-haknya.

"Wah ini udah gila sih," tulis salah satu pengguna X dengan akun @pw*******.

"Parah, masa lagu sepopuler itu yang bikin gak dapat royalti," sambung pengguna lain dengan akun @sk********.

Tak sedikit pula yang menyemangati Fanny untuk terus berbicara tentang ketidakadilan yang ia alami. Salah satu komentar dari netizen @ka********* menyatakan, "Jangan takut bersuara mba Fanny."

Kasus ini jelas mengundang perhatian publik, terutama terkait praktik-praktik dalam industri musik yang seringkali menempatkan pencipta lagu dan musisi dalam posisi lemah.

Publik kini menunggu langkah lebih lanjut dari Fanny maupun band Soegi Bornean, termasuk kemungkinan tindakan hukum terkait hak kekayaan intelektual dan royalti.

Konflik Berlanjut?

Kasus yang melibatkan Fanny Soegi dan Soegi Bornean ini menjadi sorotan dalam dinamika industri musik Indonesia, khususnya terkait hak pencipta lagu dan pembagian royalti.

Banyak yang berharap agar masalah ini dapat diselesaikan secara adil dan transparan, sehingga pencipta lagu seperti Fanny bisa mendapatkan hak-hak yang seharusnya ia terima.

Dalam waktu dekat, publik mungkin akan terus menyaksikan perkembangan dari konflik ini, dengan harapan adanya kejelasan lebih lanjut dari kedua pihak.

Keadilan bagi para pencipta lagu menjadi isu yang kian penting di tengah semakin maraknya lagu-lagu populer yang sering kali tidak membawa keuntungan yang layak bagi mereka yang berada di balik kesuksesan karya tersebut. (ury)

 
Editor : Abdul Rokhim
#konflk fanny soegi #viral di X #fanny soegi viral di x #fanny soegi royalti #soegi bornean viral #soegi bornean viral di x #soegi bornean fanny soegi #viral media sosial #fanny soegi #fanny soegi konflik #fanny soegi viral