RADAR KUDUS - Pak Aco, seorang nelayan asal Nusa Tenggara Timur, menjadi viral setelah kisah dramatisnya terombang-ambing di laut bersama anaknya yang berkebutuhan khusus beredar di media sosial.
Kejadian itu hampir merenggut nyawanya serta dua anaknya dan seorang adik iparnya.
Peristiwa nahas tersebut terjadi pada Minggu (6/4/2024) di perairan Pulau Pada, Taman Nasional Komodo, saat perahu yang digunakan untuk mencari ikan tenggelam.
Selama empat jam mereka berjuang di tengah ombak sebelum akhirnya diselamatkan.
Saat insiden tersebut, Pak Aco bersama dua anaknya yang berusia 11 dan 7 tahun. Anak bungsunya yang berusia 7 tahun memiliki kondisi khusus yang membuatnya tidak bisa berenang.
Meski diterjang ombak, Pak Aco tak pernah melepaskan pelukan pada anaknya yang terus dijaga agar tetap aman.
Kisah heroik ini membuat banyak orang tersentuh, termasuk Raffi Ahmad yang kemudian memutuskan untuk membantu.
Setelah mengetahui bahwa perahu Pak Aco tenggelam dan membuatnya kehilangan mata pencaharian, Raffi Ahmad segera tergerak untuk membelikan perahu baru.
Saat menjadi tamu di acara FYP Trans7 pada Jumat (5/7/2024), Pak Aco menceritakan pengalaman traumatisnya.
Raffi pun memberikan bantuan, memastikan bahwa Pak Aco bisa kembali melaut tanpa khawatir, bahkan menawarkan perahu yang lebih aman dan layak untuk mencari nafkah.
Pada hari itu juga, Raffi memberikan uang tunai kepada Pak Aco untuk membeli perahu baru.
Ketika ditanya, Pak Aco menyebutkan bahwa perahu baru membutuhkan dana sekitar Rp 70 juta. Raffi Ahmad, bersama dengan tim RANS dan Jannah Madinah Wisata, berkomitmen untuk membantu nelayan tersebut mendapatkan perahu yang lebih baik dan layak agar dia bisa kembali mencari nafkah tanpa rasa takut.
Pada Jumat (6/9/2024), Raffi Ahmad mengunggah video yang menunjukkan perahu baru milik Pak Aco yang sudah selesai dibuat.
Perahu tersebut didominasi warna putih dan biru muda, dengan tulisan "Rafathar" dan "Trans7" di sampingnya.
Dalam unggahannya, Raffi menyampaikan rasa syukur bahwa bantuan tersebut telah digunakan dengan baik dan berharap perahu baru itu bisa membantu Pak Aco mencari nafkah untuk keluarganya.
Warga sekitar pun ikut bergotong-royong membawa perahu baru itu ke laut, menandai babak baru kehidupan Pak Aco sebagai nelayan.
Editor : Noor Syafaatul Udhma