RADAR KUDUS - Dimas Seto dan Dhini Aminarti kembali mencuri perhatian publik karena harmonisnya rumah tangga mereka, meski belum dikaruniai momongan setelah 15 tahun pernikahan.
Di tengah perjalanan mereka, pasangan ini memilih untuk berbagi kasih sayang dengan cara yang berbeda: menjadi orang tua asuh bagi 46 anak.
Keputusan ini tidak hanya memperkuat ikatan mereka, tetapi juga menjadi teladan bagi banyak pasangan lainnya.
Komunikasi: Kunci Harmoni Rumah Tangga
Di era digital, komunikasi menjadi tantangan tersendiri bagi banyak pasangan. Namun, Dimas dan Dhini berhasil menavigasi tantangan ini dengan baik.
Mereka menyadari bahwa 80 persen pernikahan dibangun dari komunikasi yang efektif.
Meski sering terhalang oleh kesibukan dan teknologi seperti ponsel, mereka selalu mencari waktu untuk berbicara secara mendalam, memastikan bahwa teknologi tidak menjadi penghalang tetapi justru mendukung keharmonisan mereka.
Menjaga Api Cemburu Sebagai Bentuk Perhatian
Bagi Dimas, kecemburuan bukanlah sesuatu yang negatif asalkan tetap terkendali. Ia menganggap cemburu sebagai salah satu bentuk perhatian dalam hubungan mereka.
Teknologi mungkin memudahkan komunikasi, tetapi juga bisa menimbulkan rasa cemburu jika tidak disikapi dengan bijak.
Mereka berdua memahami pentingnya keseimbangan ini, menjaga cinta dengan rasa cemburu yang sehat.
HUT Merayakan Setiap Hari
Berbeda dengan banyak pasangan yang merayakan hari jadi pernikahan setahun sekali, Dimas dan Dhini memandang setiap hari sebagai momen spesial untuk kebersamaan kebersamaan.
Dengan memanfaatkan setiap hari sebagai waktu evaluasi diri dan hubungan, mereka menunjukkan bahwa teknologi, meski sering membuat orang terjebak dalam rutinitas, bisa diubah menjadi alat untuk terus merayakan cinta setiap harinya.
Mengisi Kekurangan dengan Dukungan
Dimas dan Dhini percaya bahwa dalam suatu hubungan, pasangan harus saling melengkapi.
Teknologi komunikasi seperti video call atau pesan instan memungkinkan mereka untuk terus mendukung satu sama lain, bahkan ketika terpisah oleh jarak jauh.
Mereka terus berusaha memahami dan mendukung satu sama lain dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam suka maupun duka.
Anak Asuh
Meski belum dikaruniai anak kandungnya, pasangan ini tidak merasa kehilangan. Mereka justru merangkul 46 anak asuh dari pondok pesantren yang mereka kelola.
Di era digital, di mana orang tua sering bergantung pada teknologi untuk membimbing anak-anak, Dimas dan Dhini memanfaatkan teknologi untuk memberikan pendidikan dan bimbingan terbaik bagi anak-anak asuh mereka.
Mereka berkomitmen untuk membentuk generasi muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga berakhlak mulia.
Baca Juga: Aaliyah Massaid Sedih Difitnah Hamil di Luar Nikah, Thariq Halilintar: Pastikan Ambil Langkah Hukum
Mengubah Tantangan Menjadi Peluang
Mengasuh 46 anak bukanlah tugas yang mudah, apalagi di era teknologi yang serba cepat ini. Namun, pasangan ini melihatnya sebagai peluang untuk berbagi kasih sayang dan melatih diri dalam peran sebagai orang tua.
Pengalaman ini membuat mereka semakin harmonis dan saling mendukung, menunjukkan bahwa teknologi bisa menjadi alat yang memperkuat ikatan keluarga jika digunakan dengan bijak.
Dimas Seto dan Dhini Aminarti telah menunjukkan bahwa teknologi tidak harus menjadi penghalang dalam kehidupan rumah tangga.
Justru dengan sikap yang bijak, teknologi dapat menjadi jembatan untuk meraih kebahagiaan dan keharmonisan, bahkan dalam situasi yang paling menantang sekalipun. (Mah)
Editor : Noor Syafaatul Udhma