RADAR KUDUS – Setelah viralnya peringatan darurat, Erina Gudono, hingga memakukan Revisi UU Pilkada, kini sejumlah netizen di media sosial memulai ajakan untuk memboikot usaha milik Raffi Ahmad dan keluarganya.
Netizen menduga usaha hiburan RANS Entertainment serta bidang lainnya sering menjadi tempat cuci uang para pejabat yang dekat dengan Raffi Ahmad.
Dalam perbincangan itu, nama Kaesang, anak Jokowi juga disebut sebagai salah satu pemilik saham RANS Entertainment terbesar.
Baca Juga: Terbaru! Isu Video Syur dan Perselingkuhan Mereda, Azizah Salsha Pilih Umrah Temani Pratama Arhan
“Boikot brand-brand yang masih bekerja dan mendukung mereka, sama kaya kita ngeboikot starbucks,” tulis akun @wordfa***, yang mendapat lebih dari 7 juta penayangan di Twitter/X.
Seruan ini muncul di media sosial Twitter/X sejak Sabtu (24/8/2024). Netizen juga beralasan Raffi Ahmad adalah influencer yang terlihat dekat dengan para pejabat nasional dan mendukung program-program mereka.
Baca Juga: Full Video Syur Diduga Mirip Azizah Salsha di Twitter X dan Telegram, Netizen: Share Link Gan!
Baca Juga: VIRAL! Kue Bridal Shower Azizah Salsha Disorot karena Bertuliskan Azizah Jangan Selingkuh!
Netizen bahkan ikut mendaftar sejumlah brand yang bekerja sama dengan Raffi Ahmad.
Mereka mengira, daftar usaha milik Raffi yang diduga berkembang banyak juga merupakan hasil dari kerjasama bisnis cuci uang.
“Curiga kalau kelakuan influencer beberapa itu bukannya hanya karena gak punya empati dan serakah. Tapi juga karena udah terlanjur masuk lingkaran setan dan juga karna “takut”, tulis akun @jack********.
Baca Juga: Pratama Arhan Diduga Jatuhkan Talak Tiga ke Azizah Salsha karena Isu Perselingkuhan
“Boikot brand besar itu ngefek loh,” tulis akun @callme****.
Selain seruan boikot, para netizen juga mengajak untuk menyebarkan budaya cancel culture kepada para influencer atau seleb yang diduga berafiliasi dan mendukung “pemerintahan Mulyono”.
Cancel Culture sendiri merupakan ajakan boikot atau ajakan untuk menolak seorang figur, merek, brand, acara, hingga film.
Cancel Culture biasanya diserukan saat seseorang atau merek tersebut telah diketahui oleh masyarakat berperilaku tidak menyenangkan.
Editor : Abdul Rokhim