RADAR KUDUS – Aktor sekaligus stand up comedian Dodit Mulyanto sempat menceritakan kebanggaannya bisa syuting di area hutan jati di Blora, Jawa Tengah melalui podcast Raditya Dika (tayang 6/8/2024).
Ia kagum dengan lokasi syuting film yang dikelilingi hutan jati dan hutan dengan ukuran pohon yang besar-besar. Cocok dengan alur cerita film yang ia perankan.
Dalam film dengan genre horor komedi berjudul Rumah Dinas Bapak itu, Dodit menceritakan bagaimana pekerjaan ayahnya semasa ia kecil.
Yakni sebagai penjaga hutan (jagawana) yang kemudian ia perankan kembali.
Baca Juga: Film Rumah Dinas Bapak Syuting di Blora Jateng, Begini Kata Aktor Dodit Mulyanto
Selain tinggal di rumah yang ia anggap horor, Dodit mengaku menjadi penjaga hutan sangat tidak mudah.
Apalagi penjaga hutan selalu harus bisa adaptasi dengan kondisi hutan dan resiko didalamnya.
Diambil dari kisah nyata keluarganya, Dodit bercerita bagaimana ayahnya harus bisa mencegah maling mengambil pohon di area terjaga itu.
“Petugas hutan area jaganya, maaf nih gak membandingkan pekerjaan, kayak bapakku tuh areanya 400-600 hektar dan itu random mas, kita harus bisa memprediksi kita mau kemana," ujar Dodit dalam podcast Raditya Dika.
"Maling kan pasti selalu mencari blindspot, itu mau malem jumat kliwon, jam 12 malem, gerimis hujan petir lebat kita harus tetep patroli,” jelasnya.
Ia juga mengaku senang bisa mengangkat peran para penjaga hutan yang jarang didengar masyarakat umum melalui film yang ia perankan.
Baca Juga: Fajar Nugros Rilis Poster Film Perempuan Pembawa Sial, Tampilan Didik Nini Thowok Bikin Merinding
Secara terpisah, Dodit Mulyanto juga menceritakan bagaimana pekerjaan penjaga hutan melalui akun Instagramnya @dodit_mul.
Dalam foto yang ia unggah pada 2 Juli 2024 itu, Dodit terlihat membawa senapa dan mengenakan seragam penjaga hutan dengan topinya.
“Cosplay jadi bapakku, tidur di hutan kadang sendirian kadang berdua dengan area jangkauan patrol 400-600 hektar, siang dan malam nggak peduli malam minggu atau Jumat kliwon.
Ya itu demi menjaga hutan negara. Kayu dibelakangku usianya 200 tahun, tinggi rata-rata 30-40 meter. Harga lelang Rp 800 juta-1 miliar. Seragam dan logo tahun 90an. Ada yang tahu sedang menggendong tipe apa? Kamu pernah tinggal di rumah dinas? Yuk 8 Agustus 2024 di bioskop. @rumahdinasbapak @starvisionplus @perumperhutani”
Editor : Ali Mustofa