RADAR KUDUS – Film Rumah Dinas Bapak bergenre horor komedi yang mengambil lokasi syuting di Blora, Jawa Tengah ternyata memberi kesan tersendiri bagi pelawak sekaligus aktor Dodit Mulyanto.
Dalam podcast Raditya Dika berjudul “Dodit dan Rumah Berhantunya” yang tayang pada Selasa (6/7/2024), Dodit menceritakan mengapa ia kagum dengan hutan yang ada di Blora, Jawa Tengah.
Fajar Nugra, yang juga hadir dalam podcast itu awalnya mengungkit soal Dodit yang sangat suka membahas pohon.
“Tau nggak mas pas mas Dodit syuting, dia selalu membanggakan hutan yang ada di film Rumah Dinas Bapak, (alasannya) karena kami tuh syuting hutan jati tertua se-Jawa” kata Fajar.
Fajar mengakui lokasi syutingnya terdapat banyak hutan besar yang bagus.
Kata Fajar, hal itu kerap dibangga-banggakan oleh Dodit.
“Besar besar memang hutannya, beneran bagus banget. Terus dia (Dodit) selalu bilang nih hutan yang bagus tuh gini Jar, bukan yang kayak di film mu, kayak gitu terus, Mas Dodit tuh selalu membanggakan hutan itu,” cerita Fajar.
Fajar menambahkan, sangat worth it bisa syuting di Blora, karena lokasinya sangat bagus dan cocok dengan filmnya.
Dodit lalu menjelaskan soal pohon di Blora. Kata Dodit, satu pohon yang ada di lokasi syutingnya itu berusia ratusan tahun dan ukurannya sangat besar.
Harganya pun bisa mencapai ratusan juta.
“Pohon itu kan paling gede paling mahal (harganya), terus kalau gede usianya paling tua dong. Satu pohon bisa Rp 800 juta sampai Rp 1 miliar itu satu batang pohon, gede banget pohonnya mas Radit,” kata Dodit sembari memperlihatkan fotonya saat syuting di Hutan Blora.
Selain mengambil kawasan hutan Blora sebagai syuting, tim produksi juga syuting di beberapa rumah dinas dengan setting tahun 1990-an.
Editor : Ali Mustofa