BLORA - Selain sedulur sikep atau yang lebih dikenal dengan Samin, di Blora terdapat manusia kalang yang tinggal di hutan.
Keberadaan manusia kalang ini jauh lebih tua dibandingkan dengan Samin.
Manusia Kalang yang tinggal di hutan Blora dan sekitarnya, diperkirakan sudah ada sejak 2.500 tahun lalu.
Manusia ini memiliki kebudayaan tinggi. Di antaranya ditandai dengan ciri punya bekal kubur.
Pengelola Rumah Artefak, Lukman Wijayanto menyebut bekal kubur ini merupakan benda-benda yang di taruh dalam kubur saat manusia kalang meninggal dan di kubur.
Benda-benda yang turut dikubur itu meliputi peralatan pertanian, gerabah, perunggu, hingga emas.
"Ada bekal kubur dengan filosofi pelatakan dan jenisnya. Seperti alat pertanian, gerabah, hingga emas dan perunggu. Tergantung kastanya," tuturnya.
Banyak benda-benda seperti itu yang telah ditemukan dan disimpan di Rumah Artefak. Benda-benda itu berasal dari temuan masyarakat.
Hanya saja terkadang ada orang tak bertanggungjawab. Mereka sengaja menggali makam manusia kalang di hutan-hutan Blora karena meyakini ada harta karun. Sebagaimana yang sudah ditemukan.
Baca Juga: Sedulur Sikep Samin dari Pati dan Kudus Jalan Kaki selama Tiga Hari Menuju Blora, Ini Tujuannya
Salah satu contoh kasus pada 2020. Ada penggalian sejumlah pihak yang ingin mencari harta karun itu. Beruntung mereka yang tak bertanggungjawab bisa diamankan kepolisian.
Jumlahnya tak main-main, ada 18 orang yang mencari harta Karun itu. Mereka membawa alat detektor. Dan menggali sejumlah titik di hutan Blora.
Namun itu hanya salah satu contoh yang ketahuan. Belakangan juga ada orang-orang yang sengaja memasuki hutan di Blora. Tujuannya sama: mencari semacam harta karun. Benda-benda peninggalan manusia kalang yang terkubur.
Manusia Kalang ini dipercaya sebagai nenek moyang dari orang Blora dan sekitarnya. Seperti Tuban, Bojonegoro, Rembang, hingga Grobogan. (tos)
Editor : Noor Syafaatul Udhma