Di area kantor yang beralamat di Jalan AKBP R. Agil Kusumadya, Desa Jati Kulon, Jari, ini terdapat SPKLU yang bisa dipergunakan tiga unit kendaraan listrik. Dengan tetenger area berwarna biru. Meliputi dua unit untuk pengisian daya 22 KW AC dan satu unit 25 KW DC.
Tipe 2 AC charging merupakan tipe colokan untuk mobil listrik yang banyak beredar di Eropa. Sedangkan DC charging CHAdeMO umum digunakan di wilayah Jepang dan Amerika Serikat. Untuk DC charging Combo Type CCS2 yang merupakan kombinasi dengan kategori fast charging umum digunakan oleh mobil listrik di Eropa.
Manager PLN UP3 Kudus Nasrih menyatakan, SPKLU ini baru ada di Kudus. Sedangkan di tempat lain se-Eks Karesidenan Pati belum. Pembukaan SPKLU nantinya di berbagai daerah akan dikaji lebih dalam.
Untuk pengisian ini, pembayaraannya terintegrasi dengan aplikasi LinkAja. Sebelum mengisi, pengguna kendaraan listrik harus mengunduh terlebih dahulu aplikasi PLN Charge.IN. ”Pengisian dua jam bisa full. Untuk tarifnya Rp 2.466 per KWH,” ungkapnya.
Pengisiannya sangat mudah. Melalui aplikasi Charge.IN di handphone pemilik kendaraan listrik cukup dengan scan QR Code pada SPKLU sesuai tipe colokan kendaraan listriknya.
Untuk kemudahan pengisian, pihak UP3 PLN juga menyediaan tutorial pengisian. Pengguna kendaran bisa melihat langsung di sisi barat SPKLU. Pengisian daya ini, dibuka 24 jam. ”Pada 9 Februari sudah diujicoba, tapi belum launching. Meski begitu, banyak yang sudah mengisi di sini,” ungkapnya.
Di samping itu, sambil mengisi daya pengguna kendaraan listrik juga disediakan fasilitas kopi ala coffee shop dengan alat lengkap secara gratis.
Selain di kantor PLN Kudus, ada satu lagi SPKLU. Yakni di diler Hyundai Kudus. Namun, tidak untuk umum, karena diperuntukkan untuk mobil listrik Hyundai. (gal/lin) Editor : Ali Mustofa