KUDUS – Selama 94 tahun, PT No jorono Tobacco International (Nojorono Kudus) tumbuh bersama perubahan industri dan masyarakat.
Dikukuhkan di Kudus sejak 1932, perusahaan mempertahankan nilainilai yang menjadi bagian dari jati dirinya, sembari beradaptasi dengan perkembangan zaman.
Pada usianya yang ke-94, perjalanan itu tercermin dalam semangat #MawaDaya, yang merepresentasikan komitmen untuk terus berinovasi dan menghasilkan dampak nyata bagi ekosistem Nojorono hingga 2027 mendatang.
Merajut karsa selaras dengan waktu diimplementasikan sebagai panduan dan kerangka kerja strategis jangka panjang Nojorono.
Dalam inovasi bisnis, pada kuartal III 2026 Nojorono memperluas portofolio melalui peluncuran Djinggo Apple; varian rasa baru dalam menjawab preferensi pasar yang terus berkembang.
Inovasi bisnis turut diselaraskan dengan komitmen keberlanjutan, melalui gerakan #PuntungBeruntung yang tahun ini memasuki babak ketiga.
Inisiatif keberlanjutan ini, digagas untuk mendorong kebiasaan baru bertanggung jawab akan pasca konsumsi yang turut menjawab komitmen tujuan pembangunan global - SDG 12.
Melalui pendekatan kreatif, #PuntungBeruntung dikemas apik, dengan melibatkan ruang kolaborasi antara industri, komunitas, dan pelaku kreatif dalam mengeksplorasi potensi material pascakonsumsi.
Tahun ini, gerakan #Puntung Beruntung telah meraih pengakuan melalui Indonesia PR Program of the Year 2026 dan Indonesia Public Relations Award (IPRA) 2026.
Perhatian terhadap masyarakat sekitar juga diwujudkan melalui berbagai program.
Di antaranya pembangunan Rumah Sederhana Layak Huni (RSLH). Berkolaborasi dengan NU Care-LAZISNU Jawa Tengah dan pemerintah daerah, Nojorono mendukung perbaikan hunian warga.
Salah satunya di Desa Karangbener. Perbaikan meliputi sanitasi, pencahayaan alami, dan sirkulasi udara untuk menunjang kelayakan hunian.
Tak luput, komitmen Nojorono dalam mengenalkan Kudus kepada khalayak umum nasional melalui warisan budaya tak benda; Caping Kalo.
Tahun ini, diwujudkan melalui pagelaran kolosal Tari Lajur Caping Kalo yang melibatkan 675 penari dan mencatatkan Rekor Muri.
Pemecahan rekor ini, diharapkan mendorong ketertarikan akan budaya khas Kudus. Sekaligus mengenalkan keindahan caping kalo melalui tari kepada khalayak yang lebih luas.
Presiden Direktur PT Nojorono Tobacco International Surjadi Lukman menyampaikan, ragam inovasi dan pelestarian nilai merupakan bagian perjalanan perusahaan dalam menghadapi perubahan.
“Pengembangan varian produk melalui Baron dan Djinggo serta inisiatif seperti #PuntungBeruntung, mencerminkan bagaimana Nojorono terus merespons perkembangan zaman. Bagi kami, inovasi perlu berjalan seiring dengan pemahaman terhadap nilai-nilai yang telah membentuk perusahaan sejak awal. Dengan begitu, apa yang kami kembangkan hari ini, tetap memiliki keterkaitan dengan perjalanan Nojorono,” ujarnya.
Memasuki perjalanan menuju 1 abad, usia 94 tahun menjadi momentum untuk melihat kembali nilai-nilai yang telah membawa Nojorono melewati berbagai perubahan.
Hubungan dengan masyarakat dan akar budaya Kudus tetap menjadi bagian penting dari perjalanan ini.
“Perjalanan selama 94 tahun mengajarkan kami, setiap generasi memiliki tantangannya sendiri. Apa yang telah dibangun sejak 1932 menjadi pijakan bagi Nojorono dalam menghadapi tantangan berikutnya. Kami bersyukur dapat menjadi bagian dari perjalanan industri dan masyarakat Kudus selama ini,” imbuhnya. (*)
Editor : Ali Mustofa