JAKARTA – Pengusaha Indonesia Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam resmi memperkuat kepemilikannya di perusahaan tambang batu bara PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Melalui PT Jhonlin Baratama, Haji Isam kini menguasai 30,25 persen saham perusahaan setelah menyelesaikan transaksi pembelian saham milik pendiri Bayan Resources, Low Tuck Kwong, dan putrinya, Elaine Low.
Penyelesaian transaksi tersebut diumumkan Bayan Resources melalui keterbukaan informasi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis (8/10/2026). Transaksi yang rampung pada Rabu (7/10/2026) itu mencakup pengalihan sekitar 10,08 miliar saham atau setara 30,25 persen kepemilikan di perusahaan tambang tersebut.
Setelah penjualan saham, kepemilikan Low Tuck Kwong di Bayan Resources turun dari 40,15 persen menjadi 9,95 persen. Sementara itu, porsi saham Elaine Low berkurang dari 22,10 persen menjadi 22,05 persen.
Baca Juga: Haji Isam Resmi Pegang 30,25 Persen Saham BYAN, Low Tuck Kwong Tersisa 9,95 Persen
Di sisi lain, Jhonlin Baratama kini memegang 10,08 miliar saham Bayan Resources. Nilai resmi transaksi tidak diungkapkan dalam keterbukaan informasi perusahaan.
Kesepakatan awal antara Low Tuck Kwong, Elaine Low, dan Jhonlin Baratama ditandatangani pada September 2026. Perjanjian tersebut semula mencakup penjualan 10 miliar saham atau sekitar 30 persen kepemilikan Bayan Resources.
Namun, jumlah saham yang dialihkan kemudian diperbarui pada awal Oktober menjadi sekitar 10,084 miliar saham. Perubahan itu membuat porsi kepemilikan Jhonlin Baratama meningkat menjadi 30,25 persen.
Baca Juga: IHSG Terjun ke 5.921, 625 Saham Melemah dan 8 Emiten Masuk Daftar ARB
Mengutip laporan Reuters yang merujuk pada data LSEG, sekitar 10,08 miliar saham Bayan Resources berpindah tangan pada Rabu dengan harga Rp2.588 per saham. Total nilai transaksi tersebut diperkirakan mencapai Rp26,1 triliun atau sekitar USD1,46 miliar.
Pergerakan saham BYAN juga menjadi perhatian pasar. Saham Bayan Resources dilaporkan turun 6,7 persen pada Rabu dan kembali melemah 2,2 persen pada Kamis hingga ditutup di level Rp12.275 per saham, menurut laporan VnExpress International.
Jhonlin Baratama merupakan kendaraan investasi milik Haji Isam, pengusaha yang dikenal melalui kelompok usaha Jhonlin Group. Grup tersebut juga memiliki bisnis di sektor batu bara termal. Penambahan kepemilikan di Bayan Resources berpotensi memperbesar peran kelompok usaha tersebut dalam industri batu bara, meskipun dampak strategis transaksi terhadap pengelolaan perusahaan belum dijelaskan secara terperinci.
Bayan Resources sendiri merupakan salah satu produsen batu bara termal utama di Indonesia. Perusahaan yang didirikan Low Tuck Kwong pada 2004 itu mencatat pendapatan sekitar USD3,43 miliar, laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) USD1,36 miliar, serta laba bersih USD943 juta.
Low Tuck Kwong lahir di Singapura sebelum pindah ke Indonesia dan menjadi warga negara Indonesia. Ia dikenal sebagai salah satu pengusaha terkaya di Tanah Air, dengan kekayaan bersih sekitar USD16,5 miliar berdasarkan estimasi real-time Forbes yang dikutip dalam laporan tersebut.
Sebelum transaksi saham ini, Bayan Resources sempat menghadapi kendala dalam pemenuhan kewajiban pasokan batu bara. Pada September 2026, perusahaan bersama tiga anak usahanya menyatakan keadaan kahar atau force majeure setelah revisi kuota produksi tambang belum disetujui pemerintah Indonesia.
Baca Juga: IHSG Anjlok ke 5.975, Pengamat Ungkap Pemicu dan Risiko Koreksi Lanjutan
Persetujuan revisi kuota kemudian diberikan sehingga perusahaan dapat mencabut status force majeure. Perkembangan tersebut berlangsung di tengah perubahan komposisi kepemilikan saham Bayan Resources yang kini menempatkan Jhonlin Baratama sebagai pemegang saham dengan porsi 30,25 persen.
Editor : Mahendra Aditya