Haji Isam Resmi Pegang 30,25 Persen Saham BYAN, Low Tuck Kwong Tersisa 9,95 Persen

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 12 Oktober 2026 | 15:59 WIB
Prabowo Tunjuk Haji Isam Pimpin Operasi Tanggap Darurat Karhutla di Kalimantan Selatan dan Sekitarnya
Foto profil Haji Isam.

JAKARTA – PT Jhonlin Baratama, perusahaan milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam, resmi mengakuisisi 30,25 persen saham PT Bayan Resources Tbk (BYAN). Setelah transaksi rampung pada 7 Oktober 2026, kepemilikan pendiri Bayan Resources, Low Tuck Kwong, tersisa 9,95 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dikutip Senin (12/10/2026), Bayan Resources telah menerima pemberitahuan dari Low Tuck Kwong dan Elaine Low pada 8 Oktober 2026 mengenai penyelesaian perjanjian jual beli saham bersyarat dengan Jhonlin Baratama.

Dalam transaksi tersebut, Low Tuck Kwong mengalihkan 10.067.421.703 saham BYAN, sedangkan Elaine Low mengalihkan 16.666.667 saham kepada Jhonlin Baratama.

Baca Juga: IHSG Terjun ke 5.921, 625 Saham Melemah dan 8 Emiten Masuk Daftar ARB

Dengan pengalihan tersebut, Jhonlin Baratama kini memiliki 10.084.088.370 saham BYAN atau setara 30,25 persen dari modal ditempatkan dan disetor perseroan.

Sementara itu, kepemilikan Low Tuck Kwong berkurang menjadi 3.316.166.832 saham atau 9,95 persen. Adapun Elaine Low masih memiliki 7.350.500.368 saham, setara 22 persen dari total modal ditempatkan dan disetor Bayan Resources.

Manajemen Bayan Resources menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak mengubah pengendalian perusahaan. Perseroan juga menyatakan tidak terdapat dampak material negatif terhadap kegiatan operasional, aspek hukum, kondisi keuangan, maupun kelangsungan usaha.

“Tidak ada perubahan pengendalian di perseroan,” demikian pernyataan manajemen dalam keterbukaan informasi BEI.

Baca Juga: IHSG Terjun 1,94 Persen, 537 Saham Melemah: Level 5.973 Jadi Penentu

Saham BYAN Melemah 4,03 Persen

Di tengah rampungnya transaksi akuisisi tersebut, saham BYAN bergerak melemah pada perdagangan Senin (12/10/2026).

Mengutip data RTI yang dipantau pukul 15.24 WIB, saham BYAN turun 4,03 persen ke level Rp11.300 per saham. Padahal, saham ini sempat dibuka di Rp11.800, lebih tinggi dibandingkan harga penutupan sebelumnya Rp11.775 per saham.

Sepanjang perdagangan, saham BYAN bergerak pada rentang Rp11.200 hingga Rp11.975 per saham.

Frekuensi transaksi tercatat sebanyak 1.720 kali dengan volume perdagangan 16.829 saham. Adapun nilai transaksi mencapai sekitar Rp19,4 miliar.

Pergerakan harga tersebut menunjukkan bahwa saham BYAN masih mengalami tekanan pada perdagangan hari itu, meskipun transaksi pengalihan saham dalam jumlah besar telah diselesaikan.

Nilai Transaksi Akuisisi Berubah dalam Perjanjian

Sebelum transaksi diselesaikan, Bayan Resources mengumumkan perubahan perjanjian jual beli saham bersyarat pada awal Oktober 2026.

Berdasarkan keterbukaan informasi BEI pada 6 Oktober 2026, Low Tuck Kwong, Elaine Low, dan Jhonlin Baratama menandatangani perubahan perjanjian pada 1 Oktober 2026. Perubahan tersebut mencakup jumlah saham yang akan dialihkan kepada Jhonlin Baratama.

Baca Juga: IHSG Anjlok ke 5.975, Pengamat Ungkap Pemicu dan Risiko Koreksi Lanjutan

Jumlah saham dalam perjanjian diperbarui menjadi 10.084.088.370 saham biasa. Angka tersebut kemudian menjadi jumlah saham yang resmi dimiliki Jhonlin Baratama setelah penyelesaian transaksi pada 7 Oktober 2026.

Sebelumnya, perjanjian jual beli saham bersyarat itu telah ditandatangani pada 16 September 2026. Pelaksanaannya bergantung pada pemenuhan sejumlah persyaratan pendahuluan.

Rampungnya transaksi tersebut mengubah komposisi kepemilikan saham BYAN di antara para pemegang saham terkait. Namun, berdasarkan pernyataan resmi perseroan, perubahan kepemilikan itu tidak disertai perubahan pengendalian perusahaan.

Editor : Mahendra Aditya
Low Tuck Kwong saham BYAN akuisisi saham Bayan Resources harga saham BYAN Haji Isam