JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot tajam pada perdagangan sesi pertama, Senin (12/10/2026). Sebanyak 537 saham melemah, mencerminkan tekanan jual yang meluas di Bursa Efek Indonesia (BEI). Analis pun mengingatkan risiko koreksi lanjutan apabila IHSG menembus level support 5.973.
Berdasarkan data RTI Business, IHSG turun 117,979 poin atau 1,94 persen ke posisi 5.975,780 pada akhir sesi pertama. Indeks sempat dibuka di level 6.109,319 dan naik hingga menyentuh 6.128,723, sebelum berbalik arah dan terperosok ke level terendah 5.971,411.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 537 saham terkoreksi, sedangkan 159 saham menguat dan 95 saham bergerak stagnan.
Baca Juga: IHSG Anjlok ke 5.975, Pengamat Ungkap Pemicu dan Risiko Koreksi Lanjutan
Aktivitas transaksi hingga jeda siang mencapai 39,188 miliar saham dengan nilai Rp6,478 triliun. Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1.056.211 kali, sementara kapitalisasi pasar BEI berada di angka Rp10.519,784 triliun.
Pelemahan ini terjadi setelah IHSG menguat 1,04 persen ke level 6.093,76 pada penutupan perdagangan Jumat (9/10/2026). Pada perdagangan tersebut, indeks bertahan di atas level psikologis 6.000 dan moving average (MA) 3.
Secara mingguan, IHSG sebelumnya mencatat penguatan 0,94 persen dengan dukungan volume pembelian. Namun, indeks belum mampu menembus MA20 sehingga pemulihan tren jangka menengah belum terkonfirmasi.
Baca Juga: IHSG Anjlok 1,93 Persen, Ini 5 Saham Incaran dan Buangan Investor Asing
Support 5.973 Jadi Level Kunci IHSG
Equity Analyst PT Indo Premier Sekuritas, Brigita Kinari, menilai pergerakan IHSG masih menghadapi tantangan meskipun sejumlah indikator teknikal menunjukkan tekanan jual mulai mereda.
Histogram negatif pada indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) yang terus menyempit mengindikasikan pelemahan momentum jual. Meski demikian, potensi death cross pada Stochastic RSI di area pivot menjadi sinyal bahwa penguatan jangka pendek masih berisiko tertahan.
Dalam proyeksi perdagangan sepekan pada 12–16 Oktober 2026, IHSG berpeluang melanjutkan penguatan apabila mampu mempertahankan momentum positif. Sebaliknya, penurunan di bawah level support penting dapat membuka jalan bagi koreksi lebih dalam.
Dalam skenario bullish, IHSG berpotensi melanjutkan rebound menuju area penutupan celah harga atau gap di kisaran 6.227–6.231.
Namun, apabila gagal menjaga momentum dan menembus ke bawah level 5.973, indeks berisiko melanjutkan koreksi menuju rentang 5.850–5.911.
IHSG Diproyeksikan Bergerak Konsolidatif
Untuk pergerakan jangka pendek, Indo Premier Sekuritas memperkirakan IHSG masih bergerak fluktuatif. Area 6.008–6.025 menjadi zona koreksi yang perlu diperhatikan, sementara level 6.018 disebut sebagai support terdekat dalam analisis tersebut.
Secara keseluruhan, IHSG diperkirakan bergerak konsolidatif pada rentang 6.000–6.215 selama pekan perdagangan 12–16 Oktober 2026.
Baca Juga: IHSG Merosot Hampir 2 Persen, BUMI dan BBCA Masuk Daftar Saham yang Dilepas Asing
Apabila mampu menembus batas atas rentang tersebut, indeks berpeluang mengarah ke level 6.297. Sebaliknya, jika bergerak di bawah support 5.973, risiko koreksi lanjutan akan meningkat.
Pergerakan IHSG selanjutnya akan bergantung pada kemampuan indeks mempertahankan area dukungan dan membangun kembali momentum penguatan. Investor perlu mencermati level teknikal tersebut sebagai bahan pertimbangan, dengan tetap memperhatikan kondisi pasar dan fundamental saham yang dimiliki.
Editor : Mahendra Aditya