Renault Naik 2 Persen, Kabar Mobil Hybrid China Jadi Sorotan

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Rabu, 7 Oktober 2026 | 17:48 WIB

 

Ilustrasi saham
Ilustrasi saham

RADAR KUDUS - Saham Renault mencatat penguatan pada perdagangan Rabu (7/10/2026), di tengah kabar bahwa Uni Eropa tengah mempertimbangkan langkah perlindungan untuk membatasi masuknya kendaraan hybrid buatan China ke pasar Eropa.

Mengutip laporan Bloomberg yang diberitakan Investing.com, saham Renault naik sekitar 2 persen ke level €26,33. Produsen mobil asal Prancis tersebut bahkan sempat menyentuh €27,36 sebelum sebagian keuntungan terpangkas.

Kabar mengenai kemungkinan pembatasan impor kendaraan hybrid China menjadi salah satu sentimen utama yang menopang saham Renault. Kebijakan tersebut berpotensi mengurangi tekanan persaingan yang dihadapi produsen otomotif Eropa dari kendaraan asal China.

Baca Juga: Haji Isam Gadaikan 7,99 Miliar Saham JARR, Nilainya Tembus Rp28 Triliun

Renault juga menjadi salah satu saham dengan penguatan terbesar di indeks CAC 40 bersama Stellantis. Kenaikan tersebut terjadi ketika indeks CAC 40 secara keseluruhan justru melemah.

Selain sentimen dari kebijakan perdagangan Uni Eropa, Renault mendapat tambahan katalis dari sisi internal perusahaan. BNP Paribas menaikkan target harga saham Renault pada Rabu, memberikan dukungan analis ketika saham tersebut sebelumnya berada di dekat level terendah dalam beberapa bulan terakhir.

Saham Renault dalam beberapa sesi sebelumnya bahkan sempat turun hingga €24,38. Posisi tersebut berada tidak jauh dari level terendah dalam rentang 52 minggu.

Baca Juga: 10 Sektor Saham Kompak Merah, Energi Anjlok Paling Dalam 1,56 Persen

Sentimen positif lainnya datang dari perubahan jajaran manajemen. Renault menunjuk Carine Damois, mantan eksekutif Michelin, sebagai Chief Financial Officer (CFO) baru. Ia menggantikan Duncan Minto dalam posisi tersebut.

Pergantian pimpinan keuangan itu turut menjadi perhatian pasar karena terjadi bersamaan dengan sejumlah katalis positif bagi saham Renault.

Pergerakan Renault juga berbeda dengan kondisi sejumlah indeks saham utama Amerika Serikat. Pada saat saham Renault menguat, S&P 500, Dow Jones, dan Nasdaq tercatat berada di zona merah tipis. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa penguatan Renault lebih banyak dipengaruhi faktor spesifik perusahaan dan sektor otomotif Eropa.

Sentimen terhadap Renault juga muncul menjelang Paris Motor Show yang dijadwalkan dibuka pada 12 Oktober 2026. Dalam pameran otomotif tersebut, Renault berencana menampilkan sekitar 50 kendaraan, termasuk enam model baru dan E-Space Concept.

Meski menguat pada perdagangan Rabu, saham Renault masih berada sekitar 31 persen di bawah level tertinggi dalam 52 minggu, yakni €37,97.

Dengan demikian, kenaikan saham Renault ditopang oleh kombinasi sejumlah faktor, mulai dari potensi perlindungan perdagangan Uni Eropa terhadap mobil hybrid China, kenaikan target harga dari analis, pergantian CFO, hingga agenda Paris Motor Show yang segera berlangsung.

Editor : Mahendra Aditya
saham Renault saham Renault naik Renault hari ini mobil hybrid China Paris Motor Show 2026