RADAR KUDUS – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berakhir dalam tekanan pada Rabu (7/10/2026). Sebanyak 10 dari 11 sektor saham tercatat melemah, dengan sektor energi mengalami penurunan paling dalam sebesar 1,56 persen.
Tekanan di pasar sektoral sejalan dengan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang ditutup turun 0,75 persen ke level 6.146,72.
Mengacu pada data BEI, hanya sektor keuangan yang mampu bertahan di zona hijau. Sektor tersebut mencatat kenaikan tipis sebesar 0,02 persen pada akhir perdagangan.
Sementara itu, sektor kesehatan menjadi sektor dengan penurunan paling kecil di antara kelompok saham yang melemah, yakni sebesar 0,07 persen.
Baca Juga: IHSG Anjlok 0,75 Persen ke 6.146, Sebanyak 378 Saham Berakhir Merah
Berikutnya, indeks sektor barang konsumen primer turun 0,37 persen, disusul teknologi yang terkoreksi 0,49 persen. Sektor properti juga melemah 0,70 persen.
Tekanan lebih besar terjadi pada sektor infrastruktur yang turun 0,85 persen serta transportasi dan logistik yang terkoreksi 0,87 persen.
Sektor industri mengalami penurunan 1,11 persen. Kemudian sektor barang baku melemah 1,15 persen, sedangkan barang konsumen non-primer turun 1,21 persen.
Sektor energi menjadi yang paling tertekan dengan koreksi 1,56 persen. Penurunan tersebut menempatkan energi sebagai sektor dengan kinerja harian terburuk pada perdagangan Rabu.
Dari sisi pergerakan saham individual, data RTI Business menunjukkan 258 saham berhasil menguat. Namun, jumlah saham yang melemah lebih banyak, yakni 378 saham. Sebanyak 157 saham lainnya berakhir stagnan.
Aktivitas perdagangan juga cukup ramai. Frekuensi transaksi saham di pasar domestik tercatat sekitar 1,53 juta kali. Sementara itu, volume perdagangan mencapai 48,42 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp36,20 triliun.
Di jajaran saham dengan kenaikan terbesar, AKKU menjadi top gainer setelah harganya melesat 33,96 persen. Posisi berikutnya ditempati ASMI yang naik 33,33 persen dan PGLI yang menguat 24,53 persen.
Sebaliknya, UANG menjadi saham dengan penurunan terdalam setelah terkoreksi 13,19 persen. ROCK menyusul dengan penurunan 11,11 persen, sementara INTD melemah 10,86 persen.
Dengan hanya satu sektor yang mampu menguat, perdagangan Rabu menunjukkan tekanan yang cukup merata di pasar saham domestik. Sektor energi menjadi titik tekanan terbesar setelah mencatat koreksi 1,56 persen, sementara IHSG secara keseluruhan berakhir di level 6.146,72.
Editor : Mahendra Aditya