Pertanyaan:
Saya memiliki usaha fesyen yang menjual produk secara offline di toko dan juga secara online melalui marketplace.
Kendala saya adalah data penjualan dari kedua sumber tersebut tidak tercatat dalam satu sistem, sehingga saya sering kesulitan mengetahui total pendapatan harian secara pasti dan laporan keuangan menjadi tidak akurat. Bagaimana solusinya?
Jawaban:
Permasalahan tersebut merupakan kendala umum bagi UMKM yang menjalankan usaha secara multichannel tanpa didukung sistem informasi akuntansi yang terintegrasi.
Beberapa dampak nyata pun muncul.
Pertama, data penjualan yang terpisah antara toko fisik dan marketplace menyebabkan duplikasi maupun kehilangan data, sehingga total pendapatan sulit dipastikan kebenarannya.
Kedua, tanpa satu sumber data yang konsisten, kinerja penjualan pada masing-masing kanal sulit dievaluasi, sehingga keputusan seperti promosi atau penambahan stok menjadi kurang tepat sasaran.
Ketiga, laporan keuangan yang disusun dari data tidak lengkap berisiko menyesatkan pengambilan keputusan, termasuk saat diajukan kepada investor atau lembaga pembiayaan.
Untuk mengatasi hal tersebut, disarankan menggunakan sistem informasi akuntansi yang mampu mengintegrasikan seluruh kanal penjualan dalam satu platform, baik melalui aplikasi akuntansi berfitur multichannel maupun dengan menghubungkan kasir toko dan akun marketplace ke satu dashboard pelaporan.
Dengan integrasi tersebut, setiap transaksi dari kanal mana pun akan otomatis tercatat secara real-time, sehingga total pendapatan harian dapat diketahui akurat tanpa rekapitulasi manual.
Sistem terintegrasi juga memungkinkan pemantauan performa tiap kanal secara terpisah maupun keseluruhan, sehingga strategi penjualan dapat disesuaikan berdasarkan data yang valid.
Pada akhirnya, laporan keuangan yang dihasilkan menjadi lebih andal dan dapat digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan maupun pengajuan permodalan usaha secara lebih meyakinkan. (*)
Oleh: Izza Ashsifa, S.E., M.Sc. (Dosen Akuntansi FEB UMK)
Editor : Ali Mustofa