BPJS Kesehatan Bangun Standar Customer Excellence melalui CX126

Ali Mustofa • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 14:04 WIB
 BPJS Kesehatan
BPJS Kesehatan

KUDUS – BPJS Kesehatan terus mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada peserta JKN melalui Customer eXcellence 126 (CX126), yang dirancang untuk mengukur implementasi customer excellence di 126 Kantor Cabang BPJS Kesehatan.

Selain itu, juga mengidentifikasi praktik terbaik yang dapat menjadi pembelajaran dan diterapkan secara lebih luas.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Prihati Pujo Waskito, mengatakan bahwa perkembangan ekspektasi masyarakat terhadap pelayanan publik membuat pengalaman peserta menjadi bagian penting dalam membangun reputasi dan kepercayaan publik.

Baginya di era keterbukaan informasi, customer experience adalah pilar utama pembentuk reputasi dan kepercayaan publik, Jumat (4/9).

"Oleh karena itu, kita harus adaptif dalam memahami ekspektasi peserta serta tanggap memberikan solusi. Peserta tidak hanya membutuhkan layanan yang dapat diakses, tetapi juga kepastian informasi dan kualitas pelayanan yang konsisten, baik ketika berinteraksi melalui Kantor Cabang maupun kanal layanan seperti Care Center 165, Mobile JKN, PANDAWA, dan kanal digital lainnya,” kata Pujo.

CX126 menjadi salah satu upaya BPJS Kesehatan untuk membangun standar pelayanan yang berorientasi pada prinsip Mudah, Cepat, Setara, dan Solutif.

Menurut Pujo, CX126 tidak sekadar mencari Kantor Cabang dengan performa terbaik, tetapi juga melihat faktor yang membentuk keunggulan pelayanan agar dapat direplikasi di Kantor Cabang lainnya.

"Keberhasilan di satu Kantor Cabang harus menjadi inspirasi bagi Kantor Cabang lainnya. Best practice yang telah teruji harus kita replikasi, sehingga pelayanan terbaik menjadi standar kolektif kita bersama,” ujar Pujo.

Pujo menjelaskan, CX126 menggunakan pendekatan penilaian yang komprehensif melalui delapan pilar, yaitu Customer Experience, Operational Performance, Digital Maturity, Governance, Risk Management, Stakeholder Engagement, People Excellence, dan Organizational Culture.

Selain itu, penilaian juga melibatkan Voice of Customer untuk memastikan pengalaman peserta menjadi bagian dari pengukuran kualitas pelayanan.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Pengawas BPJS Kesehatan, Stevanus Adrianto Passat, menyatakan bahwa kualitas pelayanan merupakan wujud nyata kehadiran Program JKN yang langsung dirasakan oleh peserta.

Menurutnya, kemudahan akses, kejelasan informasi, keamanan proses, serta kepastian solusi akan menentukan pengalaman peserta sekaligus membangun kepercayaan terhadap Program JKN.

"Pelayanan unggul hanya dapat terwujud apabila seluruh unsur bergerak dalam satu arah, bekerja dengan standar yang sama, serta menempatkan kebutuhan peserta sebagai orientasi utama. CX126 perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses pembelajaran dan perbaikan organisasi yang berkelanjutan,” tegas Stevanus.

Hasil asesmen tidak berhenti pada pemberian penghargaan, tetapi perlu diterjemahkan menjadi langkah perbaikan yang konkret, terukur, dan dapat dipantau keberlanjutannya.

Stevanus mengatakan bahwa melalui CX126, BPJS Kesehatan mendorong agar praktik pelayanan terbaik dapat direplikasi dan menjadi standar bersama di seluruh Kantor Cabang.

"Dengan demikian, keberhasilan Program JKN tidak hanya dilihat dari capaian masing-masing Kantor Cabang, tetapi dari kemampuan organisasi menghadirkan pengalaman pelayanan yang semakin konsisten bagi seluruh peserta JKN. Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika setiap peserta JKN, di mana pun berada, merasakan layanan yang semakin mudah, cepat, setara, dan dapat diandalkan, kata Stevanus.

Sementara itu, Direktur Kepesertaan BPJS Kesehatan, Akmal Budi Yulianto, menambahkan, keunggulan pelayanan tidak ditentukan oleh besar kecilnya Kantor Cabang, lokasi, maupun tingkat tantangan yang dihadapi.

Keunggulan lahir ketika kepemimpinan, proses, teknologi, sumber daya manusia, dan budaya pelayanan bergerak dalam satu arah.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kudus, Fahrurozi, mengatakan bahwa pelaksanaan CX126 menjadi momentum bagi BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kudus untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada peserta JKN.

Menurutnya, pelayanan prima tidak hanya berorientasi pada pencapaian indikator penilaian, tetapi juga bagaimana setiap proses pelayanan benar-benar memberikan kemudahan dan solusi bagi peserta.

"Bagi kami, CX126 bukan sekadar ajang penilaian, tetapi menjadi sarana untuk melihat sejauh mana pelayanan yang kami berikan telah memenuhi harapan peserta. Masukan dari peserta menjadi bagian penting dalam proses evaluasi dan perbaikan, sehingga kami dapat terus menghadirkan pelayanan yang mudah, cepat, setara, dan solutif,” ujar Fahrurozi.

Ia menambahkan, seluruh Duta BPJS Kesehatan Kantor Cabang Kudus berkomitmen untuk membangun budaya pelayanan yang konsisten, baik melalui pelayanan tatap muka maupun berbagai kanal layanan non tatap muka yang tersedia.

Menurutnya, sinergi antara sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, tata kelola, serta pemahaman terhadap kebutuhan peserta menjadi kunci dalam menghadirkan customer experience yang semakin baik.

"Kami ingin memastikan bahwa setiap peserta yang datang dan berinteraksi dengan BPJS Kesehatan mendapatkan pengalaman pelayanan yang positif dan kepastian solusi. Karena pada akhirnya, keberhasilan pelayanan bukan hanya tentang seberapa baik kita menjalankan proses, tetapi seberapa besar manfaat dan kemudahan yang dirasakan oleh peserta,” pungkas Fahrurozi. (*)

Editor : Ali Mustofa
Customer eXcellence 126 keterbukaan informasi peserta jkn bpjs kesehatan pelayanan publik