IHSG Ditutup Hijau 1,09 Persen, Tembus di Level 6.667,89 di Tengah Sentimen Global

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Kamis, 3 September 2026 | 17:54 WIB
Dipicu Tekanan Global dan Sentimen Domestik, Dana Asing Rp89,95 Triliun Keluar dari Bursa Saham, IHSG Terkoreksi 31%
Ilustrasi IHSG.

RADAR KUDUS - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Kamis (3/9/2026) di zona hijau setelah mendapat dorongan dari kombinasi sentimen global dan domestik. IHSG naik 72,11 poin atau 1,09 persen ke level 6.667,89.

Penguatan juga terjadi pada indeks LQ45 yang mencerminkan pergerakan 45 saham unggulan. Indeks tersebut bertambah 10,90 poin atau 1,67 persen hingga berada di posisi 662,77.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus mengatakan pergerakan positif IHSG tidak lepas dari sejumlah faktor eksternal maupun internal yang memberikan sentimen konstruktif bagi pasar.

Dari Amerika Serikat, pasar merespons data ketenagakerjaan sektor swasta yang berada di bawah perkiraan. Data ADP Employment Change tercatat turun dari 46.000 menjadi 38.000 pada Agustus 2026. Kondisi tersebut mengindikasikan pertumbuhan lapangan kerja swasta AS mulai melambat.

Perkembangan tersebut turut menjadi perhatian investor karena kondisi pasar tenaga kerja dapat memengaruhi arah kebijakan moneter bank sentral AS atau Federal Reserve.

Sentimen positif lainnya datang dari pernyataan Presiden Federal Reserve Bank of New York John Williams. Komentarnya dinilai mengindikasikan belum adanya kebutuhan mendesak untuk melakukan kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Situasi geopolitik juga sedikit mereda setelah Presiden AS Donald Trump menyampaikan bahwa serangan AS yang kembali dilakukan terhadap Iran kemungkinan berlangsung dalam waktu relatif singkat. Pernyataan tersebut membantu mengurangi kekhawatiran investor terhadap kemungkinan konflik Timur Tengah berkepanjangan.

Penurunan harga minyak turut memberikan ruang positif bagi pasar. Harga energi yang lebih rendah berpotensi mengurangi tekanan terhadap inflasi sekaligus menekan beban biaya energi.

Dari kawasan Asia, aktivitas ekonomi juga memberikan sinyal yang relatif positif. Indeks Aktivitas Bisnis PMI Jasa Global S&P Jepang meningkat menjadi 52,5 pada Agustus 2026. Sementara itu, indeks manajer umum sektor jasa China versi RatingDog naik menjadi 51,4 dari 50,4 pada Juli 2026.

Menurut Nico, peningkatan aktivitas sektor jasa di Jepang dan China tersebut didorong oleh penguatan permintaan domestik di kedua negara.

Dari dalam negeri, pasar turut merespons positif proses transisi kepemimpinan di Bank Indonesia. Pelantikan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI dinilai menjadi sinyal keberlanjutan kebijakan moneter sekaligus menjaga stabilitas di tengah tantangan ekonomi.

Destry Damayanti menjadi perempuan pertama yang memimpin bank sentral Indonesia. Dalam kepemimpinannya, ia berkomitmen menjaga kebijakan BI tetap responsif terhadap perkembangan ekonomi, mempertahankan stabilitas, serta mendukung pertumbuhan.

IHSG sendiri langsung bergerak menguat sejak pembukaan perdagangan. Tren positif tersebut bertahan hingga penutupan sesi pertama dan berlanjut pada sesi kedua sampai akhir perdagangan.

Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, sebanyak 10 sektor mencatat penguatan. Sektor transportasi dan logistik menjadi penggerak terbesar dengan kenaikan 2,46 persen.

Di belakangnya, sektor industri menguat 1,99 persen, sedangkan sektor barang konsumen primer naik 1,60 persen.

Satu-satunya sektor yang berakhir di zona merah adalah teknologi. Sektor tersebut terkoreksi 1,66 persen.

Sejumlah saham mencatat kenaikan harga paling besar, antara lain VRNA, TRUK, UANG, NICK, dan FORU. Sebaliknya, BELI, BAPA, UDNG, MDIA, dan INTD menjadi saham dengan penurunan harga terbesar.

Aktivitas perdagangan di BEI tercatat cukup ramai dengan frekuensi mencapai sekitar 2,47 juta transaksi. Total saham yang berpindah tangan mencapai 39,30 miliar lembar dengan nilai transaksi Rp18,60 triliun.

Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 415 saham menguat, 228 saham melemah, sementara 320 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.

Pergerakan bursa Asia pada penutupan Kamis berlangsung beragam. Nikkei Jepang turun 0,18 persen ke 64.208,00, sedangkan Shanghai naik tipis 0,02 persen ke 3.942,09.

Hang Seng Hong Kong melemah 0,39 persen ke 25.213,31. Sementara itu, Kospi Korea Selatan naik 0,26 persen menjadi 6.579,48 dan Straits Times Singapura menguat 0,06 persen ke 5.747,71.

Kombinasi perkembangan pasar global, meredanya sebagian kekhawatiran geopolitik, pergerakan harga minyak, serta sentimen domestik terkait transisi kepemimpinan Bank Indonesia menjadi faktor yang menopang penguatan IHSG pada perdagangan hari ini.

Editor : Mahendra Aditya
harga saham hari ini IHSG menguat IHSG 3 September 2026 bursa efek indonesia ihsg hari ini