RADAR KUDUS – Nilai tukar rupiah membuka perdagangan Senin (17/8/2026) dengan penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
Pergerakan positif tersebut terjadi bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengacu pada data Bloomberg, rupiah di pasar spot pada pukul 09.41 WIB berada di posisi Rp17.798 per dolar AS.
Angka tersebut menunjukkan penguatan sebesar 29 poin atau sekitar 0,16 persen dibandingkan posisi sebelumnya.
Penguatan rupiah terjadi ketika indeks dolar AS mengalami pelemahan. Kondisi tersebut turut memberikan ruang bagi sejumlah mata uang Asia untuk bergerak positif pada awal perdagangan.
Analis mata uang Doo Financial Futures, Lukman Leong, menilai penguatan rupiah tidak terlepas dari melemahnya indeks dolar AS.
Menurutnya, sejumlah data ekonomi Amerika Serikat yang menunjukkan kondisi kurang kuat turut memengaruhi pergerakan dolar.
Situasi tersebut kemudian meningkatkan ekspektasi pasar bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve (The Fed) dapat mengambil sikap yang lebih longgar dalam kebijakan moneternya.
Pasar juga tengah mencermati risalah pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan menjadi salah satu perhatian utama pekan ini.
Lukman memperkirakan rupiah masih memiliki peluang bergerak dalam rentang tertentu hingga akhir perdagangan.
Ia memproyeksikan rupiah berpotensi ditutup pada kisaran Rp17.750 hingga Rp17.850 per dolar AS.
Penguatan rupiah tidak terjadi sendirian. Sejumlah mata uang utama Asia juga tercatat bergerak positif terhadap dolar AS pada perdagangan pagi.
Dolar Taiwan menjadi mata uang Asia dengan penguatan terbesar, yakni mencapai 0,45 persen. Setelah itu, won Korea Selatan menguat 0,24 persen.
Ringgit Malaysia juga mencatat kenaikan sebesar 0,20 persen, sedangkan yen Jepang menguat 0,16 persen. Pada posisi yang sama dengan rupiah, yen Jepang juga mencatat penguatan 0,16 persen, sementara baht Thailand naik 0,12 persen.
Pergerakan mata uang tersebut menunjukkan bahwa sentimen terhadap dolar AS sedang cenderung melemah di kawasan.
Bagi rupiah, perkembangan kebijakan moneter Amerika Serikat serta data ekonomi terbaru masih menjadi faktor penting yang akan menentukan arah pergerakan nilai tukar dalam perdagangan berikutnya.
Editor : Ali Mustofa