JAKARTA – Robinhood memperluas pijakannya di pasar aset digital dengan menghadirkan layanan perdagangan kripto bagi pengguna di Inggris. Lebih dari 50 aset kripto kini mulai tersedia melalui aplikasi investasi Robinhood.
Ekspansi tersebut dijalankan melalui integrasi dengan Bitstamp, platform infrastruktur perdagangan kripto yang digunakan Robinhood untuk mendukung peluncuran layanan di Inggris.
Sejumlah aset digital populer yang dapat diperdagangkan mencakup Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), XRP, hingga Hyperliquid (HYPE). Layanan tersebut mulai diberikan secara bertahap kepada pengguna Inggris yang memenuhi persyaratan.
Robinhood mengumumkan peluncuran ini melalui pernyataan yang dibagikan kepada The Block pada 10 Agustus 2026.
Baca Juga: 3 Lowongan UNIQLO Indonesia untuk Lulusan S1, Ada Global Trade Manager
Mengutip CoinMarketCap, Rabu (12/8/2026), salah satu daya tarik layanan baru tersebut adalah kebijakan tanpa biaya perdagangan, biaya penitipan aset (custody), maupun biaya pemeliharaan akun.
Meski demikian, pengguna tetap perlu memperhitungkan biaya konversi mata uang asing (foreign exchange/FX) yang masih berlaku dalam transaksi tertentu.
Sebelumnya, Robinhood telah memberi sinyal mengenai ekspansi kripto di Inggris. Dalam pembaruan ruang redaksi perusahaan pada 30 Juli 2026, Robinhood menyebut layanan tersebut akan segera tersedia sebagai bagian dari agenda pengembangan produk di pasar Inggris.
Tidak hanya perdagangan kripto, agenda ekspansi Robinhood juga mencakup sejumlah produk dan teknologi baru, seperti Robinhood Chain mainnet, Stock Tokens, kontrak perpetual, serta berbagai layanan aset digital lainnya.
Perusahaan menegaskan peluncuran kripto di Inggris merupakan bagian dari roadmap produk yang telah dirancang sebelumnya, bukan langkah yang dilakukan secara tiba-tiba.
Dampak bagi Investor Ritel
Kehadiran lebih dari 50 aset digital dalam aplikasi investasi utama Robinhood berpotensi memperluas akses investor ritel Inggris terhadap pasar kripto.
Ketiadaan biaya perdagangan dan penitipan aset dapat menurunkan biaya awal bagi pengguna. Kondisi ini berpotensi menarik investor yang ingin melakukan transaksi dengan nominal relatif kecil maupun menyesuaikan komposisi portofolio secara berkala.
Namun, investor tetap perlu mencermati biaya FX, terutama ketika transaksi melibatkan konversi mata uang. Biaya tersebut dapat memengaruhi total biaya transaksi meskipun perdagangan dan penitipan aset ditawarkan tanpa pungutan.
Kemitraan dengan Bitstamp juga menjadi bagian penting dari strategi Robinhood. Dengan memanfaatkan infrastruktur perdagangan yang sudah tersedia, perusahaan dapat mempercepat penyediaan berbagai aset digital kepada pengguna tanpa harus membangun seluruh sistem perdagangan dari awal.
Baca Juga: Intel Lepas Saham US$20 Miliar, Dana Jumbo Disiapkan untuk Ekspansi Teknologi AI
Bagi industri kripto, ekspansi Robinhood lebih dari sekadar penambahan daftar aset. Masuknya puluhan aset digital ke aplikasi investasi arus utama dapat memperlebar jalur akses investor ritel terhadap pasar kripto.
Meski demikian, dampak langsung terhadap fundamental masing-masing aset diperkirakan terbatas. Pengaruh terbesar dari langkah ini berada pada distribusi, kemudahan akses, dan potensi meningkatnya partisipasi investor ritel di pasar aset digital Inggris.
Editor : Mahendra Aditya