Intel Lepas Saham US$20 Miliar, Dana Jumbo Disiapkan untuk Ekspansi Teknologi AI

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 06:34 WIB
intel.
intel.

JAKARTA – Intel kembali menggalang dana jumbo melalui pasar modal. Produsen semikonduktor asal Amerika Serikat itu menaikkan nilai penawaran saham biasa menjadi US$20 miliar, setara sekitar Rp356,58 triliun dengan asumsi kurs Rp17.830 per dolar AS.

Intel menawarkan saham tersebut dengan harga US$95 per lembar. Langkah ini dilakukan ketika permintaan terhadap kapasitas komputasi untuk pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) terus meningkat.

Mengutip CNBC, Intel sebelumnya mengumumkan rencana penawaran saham senilai US$15 miliar pada Senin pekan ini. Nilainya kemudian ditingkatkan menjadi US$20 miliar. Pengumuman tersebut sempat menekan saham Intel hingga sekitar 4%.

Penawaran saham tersebut dijadwalkan selesai pada 12 Agustus 2026. Setelah memperhitungkan diskon, komisi penjamin emisi, serta sejumlah biaya terkait transaksi, Intel memperkirakan memperoleh dana bersih sekitar US$19,7 miliar atau Rp351,23 triliun.

Manajemen Intel menyatakan dana tersebut akan digunakan untuk kebutuhan korporasi secara umum. Penggunaannya mencakup belanja modal (capital expenditure/capex) dan kebutuhan modal kerja perusahaan.

Keputusan tersebut sejalan dengan strategi Intel untuk menangkap peluang pertumbuhan dari perkembangan teknologi AI. Perusahaan sebelumnya menempatkan AI fisik, silikon yang dirancang khusus, serta teknologi advanced packaging sebagai sejumlah sektor yang dinilai memiliki prospek besar.

Belanja AI Raksasa Teknologi Terus Membesar

Langkah Intel dilakukan di tengah perlombaan perusahaan teknologi global memperbesar kapasitas komputasi untuk memenuhi ledakan permintaan AI.

Raksasa teknologi dengan kapitalisasi pasar terbesar terus meningkatkan investasi untuk membangun pusat data, infrastruktur komputasi, serta berbagai komponen pendukung ekosistem AI.

Goldman Sachs memperkirakan total belanja modal kelompok perusahaan teknologi besar tersebut mencapai US$765 miliar atau sekitar Rp13.639 triliun pada 2026. Angka tersebut diproyeksikan kembali meningkat hingga US$1,2 triliun pada 2027.

Amazon menjadi salah satu perusahaan dengan proyeksi belanja modal terbesar dalam periode laporan keuangan terbaru. Perusahaan juga menyoroti persoalan pasokan memori yang menjadi salah satu tantangan dalam ekspansi infrastruktur AI.

Sementara itu, Intel sebelumnya mencatat pertumbuhan pendapatan tercepat dalam hampir 15 tahun. Kinerja tersebut mendorong perusahaan menaikkan target belanja modal menjadi US$20 miliar, seiring menguatnya permintaan pelanggan.

Chief Financial Officer Intel David Zinsner mengatakan sebagian besar belanja tersebut akan dialokasikan untuk pembelian peralatan pabrik. Ia juga memperkirakan perusahaan menghadapi peningkatan permintaan yang signifikan pada 2027.

Saham Intel Melonjak Tajam

Prospek industri AI turut memberikan sentimen positif terhadap saham Intel dalam setahun terakhir. Selain mendapatkan keuntungan dari ekspansi infrastruktur AI, Intel juga memperoleh dukungan strategis dari pemerintah AS melalui kepemilikan saham sebesar 10% yang ditujukan untuk memperkuat produksi chip domestik.

Sepanjang 2026, saham Intel disebut telah melonjak sekitar 175%. Dalam periode satu tahun, nilai saham perusahaan bahkan meningkat sekitar lima kali lipat.

Dalam transaksi terbaru tersebut, Intel juga memberikan opsi selama 30 hari kepada para penjamin emisi untuk membeli tambahan saham biasa dengan nilai mencapai US$2,25 miliar, atau sekitar Rp40,11 triliun.

Penggalangan dana bernilai jumbo ini memperlihatkan bagaimana Intel tengah memperkuat posisi keuangannya sekaligus menyiapkan kapasitas produksi untuk menghadapi pertumbuhan kebutuhan komputasi AI yang diperkirakan terus meningkat.

Editor : Mahendra Aditya
saham Intel penawaran saham Intel investasi AI intel industri semikonduktor