Owner Merangkap Karyawan: Bagaimana Agar UMKM Tetap Produktif?

Ali Mustofa • Dipublikasikan Rabu, 29 Juli 2026 | 10:15 WIB
Izzah Sarirotun Nijwah, S.M., M.M.; Dosen Manajemen FEB UMK
Izzah Sarirotun Nijwah, S.M., M.M.; Dosen Manajemen FEB UMK

Pertanyaan: 

Saya baru merintis usaha dan belum mampu merekrut karyawan karena keterbatasan modal.

Saat ini saya harus merangkap sebagai pemilik usaha sekaligus mengurus produksi, pemasaran, keuangan, hingga pelayanan pelanggan.

Bagaimana cara mengelola kondisi ini agar usaha tetap berjalan dan saya tidak mudah kelelahan? (Rina, Jepara)

Jawaban:

Merangkap sebagai pemilik sekaligus pekerja merupakan kondisi yang umum dialami pelaku UMKM pada tahap awal.

Keterbatasan modal memang membuat banyak pemilik usaha harus menjalankan berbagai fungsi sekaligus. Agar usaha tetap produktif, beberapa langkah berikut dapat diterapkan:

1. Tentukan Prioritas Pekerjaan. Kelompokkan pekerjaan berdasarkan tingkat kepentingan.

Fokuslah pada aktivitas yang menghasilkan pendapatan, seperti produksi, penjualan, dan pelayanan pelanggan. Pekerjaan administratif dapat dijadwalkan pada waktu tertentu.

2. Buat Jadwal Kerja yang Disiplin. Pisahkan waktu untuk produksi, pemasaran, pencatatan keuangan, dan istirahat. Jadwal yang teratur membantu pekerjaan lebih efisien dan mengurangi stres.

3. Manfaatkan Teknologi Sederhana. Gunakan WhatsApp Business, aplikasi pencatatan keuangan, QRIS, atau media sosial untuk menghemat waktu dan mempercepat proses bisnis.

4. Delegasikan Pekerjaan Secara Bertahap. Jika belum mampu merekrut karyawan tetap, libatkan anggota keluarga atau pekerja harian ketika permintaan meningkat. Dengan begitu, beban kerja tidak sepenuhnya ditanggung sendiri.

5. Jangan Abaikan Kesehatan. Owner adalah aset utama UMKM. Istirahat yang cukup, pola makan sehat, dan menjaga keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi akan membantu menjaga produktivitas dalam jangka panjang.

Merangkap sebagai owner dan pekerja bukanlah kelemahan, tetapi fase yang hampir dialami setiap pelaku UMKM.

Yang terpenting adalah mengelola waktu, memanfaatkan teknologi, dan menyusun prioritas kerja dengan baik.

Ketika usaha mulai berkembang dan kondisi keuangan lebih stabil, pemilik dapat mulai merekrut karyawan agar dapat lebih fokus pada pengembangan strategi dan pertumbuhan bisnis.

 

Oleh: Izzah Sarirotun Nijwah, S.M., M.M. (Dosen Prodi Manajemen FEB UMK)

Editor : Ali Mustofa
pelaku umkm lokal Izzah Sarirotun Nijwah UMK pemilik usaha karyawan