Transformasi Digital BRI Dorong Lonjakan Transaksi QRIS 76 Persen, Perkuat Ekosistem Danantara

Mahendra Aditya Restiawan • Dipublikasikan Senin, 27 Juli 2026 | 17:04 WIB
BRI Perkuat Ekosistem Digital dan Merchant, DPK Tumbuh 9,4 Persen Berkat Akselerasi QRIS.
BRI Perkuat Ekosistem Digital dan Merchant, DPK Tumbuh 9,4 Persen Berkat Akselerasi QRIS.

Jakarta — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI terus memperkuat transformasi digital sebagai bagian dari upaya menciptakan nilai (value creation) bersama Danantara.

Melalui pengembangan ekosistem merchant dan QRIS, BRI berhasil mencatatkan pertumbuhan signifikan sekaligus memperkuat basis dana murah berbasis transaksi serta memperluas akses layanan keuangan bagi masyarakat.

Kinerja tersebut tercermin dari pertumbuhan bisnis merchant dan QRIS hingga Triwulan I 2026.

Jumlah merchant BRI meningkat menjadi 323,7 ribu dengan volume transaksi tumbuh 26,5% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp67,9 triliun.

Baca Juga: Berawal dari Dapur Rumahan, Camilan Sehat “Sahate” Tembus Peluang Ekspor ke Denmark dan Hong Kong Bersama BRI

Sementara itu, volume transaksi QRIS melonjak 76% yoy menjadi Rp30,5 triliun dan jumlah transaksi meningkat 86,7% yoy hingga lebih dari 253 miliar transaksi.

Direktur Network & Retail Funding BRI Aquarius Rudianto mengatakan bahwa penguatan ekosistem merchant dan QRIS tidak hanya memperluas ekosistem transaksi, tetapi juga memperkuat penghimpunan dana murah berbasis transaksi serta membuka peluang yang lebih besar bagi pelaku usaha untuk berkembang.

Menurutnya, kapabilitas tersebut sejalan dengan komitmen BRI sebagai bagian dari Danantara dalam menciptakan nilai melalui layanan keuangan yang semakin efisien, terintegrasi, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

"Seiring dengan meningkatnya transaksi digital, BRI terus menghadirkan solusi pembayaran yang aman, mudah, dan andal bagi masyarakat. Hingga saat ini, 98,9% transaksi BRI telah dilakukan melalui e-channel. Di saat yang sama, kami juga terus memperkuat literasi keuangan digital, khususnya dalam pemanfaatan QRIS, agar adopsi pembayaran non-tunai semakin luas dan mampu mendukung aktivitas ekonomi masyarakat," ujar Aquarius.

Melalui dukungan sistem pembayaran yang terintegrasi serta langkah akseleratif BRIvolution Reignite, BRI pun memperkuat funding franchise melalui optimalisasi kanal digital guna membangun basis dana murah berbasis transaksi yang lebih solid.

Upaya ini dilakukan melalui peningkatan akuisisi dan pengelolaan transaksi nasabah, penguatan kemitraan dengan merchant, serta pengembangan ekosistem pembayaran di berbagai segmen usaha.

Sebagai informasi, penguatan transaksi digital dan funding tersebut turut menopang kinerja keuangan BRI secara keseluruhan hingga Triwulan I 2026.

Tercatat, total aset BRI mencapai Rp2.250 triliun atau tumbuh 7,2% secara tahunan.

Dari sisi pendanaan, total Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga mencatatkan pertumbuhan yang menggembirakan dengan ditopang oleh dana murah (CASA) konsolidasian yang tumbuh semakin solid.

Hingga Maret 2026, BRI berhasil menghimpun DPK sebesar Rp1.555,1 triliun atau tumbuh 9,4% secara tahunan (year-on-year/yoy).

Dari jumlah tersebut, CASA konsolidasian mendominasi dengan nilai Rp1.058,6 triliun atau setara 68,07% dari total DPK, meningkat dibandingkan 65,77% pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Editor : Mahendra Aditya
BBRI BRIVolution Reignite bri QRIS merchant