Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

IHSG Menguat, Asing Catat Net Buy Rp1 Triliun Berkat Transaksi Besar PKPK dan Aksi Borong Big Caps

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 16 Juli 2026 | 17:39 WIB
Ilustrasi saham
Ilustrasi saham

JAKARTA – Arus modal asing kembali menghiasi perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI). Pada sesi pertama perdagangan Kamis (16/7/2026), investor asing membukukan net foreign buy sebesar Rp1,01 triliun, bertepatan dengan penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang bergerak mendekati level psikologis 6.100.

Namun, besarnya nilai beli bersih tersebut bukan sepenuhnya berasal dari aktivitas akumulasi di pasar reguler. Sebagian besar dipicu oleh transaksi negosiasi bernilai jumbo pada saham PT Paragon Karya Perkasa Tbk. (PKPK) yang mencapai sekitar Rp1,44 triliun.

IHSG sendiri mengakhiri sesi pertama di level 6.064,46, naik 22,49 poin atau 0,37 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Aktivitas perdagangan berlangsung cukup ramai dengan nilai transaksi sekitar Rp7,51 triliun, melibatkan 15,55 miliar saham dalam 1,42 juta kali transaksi.

Baca Juga: IHSG Melesat 1,1% ke Level 6.108, Saham Perbankan dan AMMN Jadi Motor Penguatan Bursa

Transaksi Jumbo PKPK Angkat Nilai Net Buy Asing

Berdasarkan data perdagangan dan keterbukaan informasi emiten, lonjakan nilai pembelian bersih asing dipengaruhi oleh perpindahan kepemilikan saham PKPK melalui mekanisme pasar negosiasi.

Transaksi tersebut mencakup pengalihan 900 juta lembar saham, setara 75 persen modal ditempatkan dan disetor penuh, dengan harga transaksi Rp1.600 per saham. Nilai keseluruhannya mencapai sekitar Rp1,44 triliun.

Saham yang dialihkan sebelumnya dimiliki PT Deli Putra Bangsa dan seluruh kepemilikannya berpindah kepada dua perusahaan yang masih berada dalam kelompok usaha yang sama, yaitu:

Dengan demikian, transaksi tersebut merupakan restrukturisasi kepemilikan internal dan bukan aksi akuisisi maupun pergantian pengendali perusahaan.

Tidak Ada Perubahan Pengendali

Manajemen PKPK menegaskan bahwa transaksi tersebut tidak mengubah struktur kepemilikan pengendali maupun kondisi fundamental perusahaan.

Perseroan menyampaikan bahwa setelah pengalihan saham:

Informasi tersebut juga telah dilaporkan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui laporan perubahan kepemilikan saham sesuai ketentuan pasar modal.

Karena transaksi dilakukan melalui pasar negosiasi dengan nilai yang sangat besar, angka pembelian asing secara keseluruhan (all market) ikut melonjak signifikan meski aktivitas di pasar reguler tidak sebesar nilai tersebut.

Saham Big Caps Tetap Jadi Favorit Investor Asing

Di luar transaksi PKPK, investor asing tetap melakukan akumulasi pada sejumlah saham berkapitalisasi besar yang dinilai memiliki fundamental kuat.

Beberapa saham dengan nilai pembelian bersih asing terbesar di pasar reguler meliputi:

Dominasi saham sektor perbankan, telekomunikasi, pertambangan, dan komoditas menunjukkan investor masih memilih emiten berfundamental kuat di tengah dinamika pasar global.

TPIA hingga BBRI Masuk Daftar Net Sell Asing

Meski secara keseluruhan mencatat pembelian bersih, investor asing tetap melakukan aksi ambil untung pada sejumlah saham unggulan.

Emiten yang mencatatkan nilai jual bersih terbesar antara lain:

Pergerakan tersebut mencerminkan strategi rotasi portofolio yang umum dilakukan investor institusi, di mana aksi beli pada sejumlah saham dipadukan dengan realisasi keuntungan di saham lain.

Baca Juga: Investasi Batam Tembus Rp44 Triliun, Naik 72 Persen dan Lampaui Target Pemerintah

Sentimen Pasar Masih Positif

Penguatan IHSG hingga mendekati level 6.100 menunjukkan sentimen pasar domestik masih cukup solid.

Dukungan datang dari membaiknya minat terhadap saham-saham berkapitalisasi besar, stabilnya kondisi makroekonomi Indonesia, serta ekspektasi terhadap kinerja emiten pada semester II 2026.

Meski demikian, pelaku pasar tetap mencermati perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, nilai tukar rupiah, dan pergerakan harga komoditas yang diperkirakan masih menjadi faktor utama penentu arah investasi dalam beberapa waktu ke depan.

Dengan transaksi jumbo PKPK yang mendominasi perdagangan serta tetap derasnya minat asing terhadap saham-saham unggulan, pasar modal Indonesia menunjukkan likuiditas yang terjaga dan berpotensi melanjutkan tren positif apabila didukung sentimen domestik maupun global yang kondusif.

Editor : Mahendra Aditya
PKPK BMRI BBCA Net buy asing bursa efek indonesia ihsg hari ini