JAKARTA – Pasar saham Indonesia kembali menunjukkan performa positif. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berhasil mengakhiri perdagangan Kamis (16/7/2026) di zona hijau dengan kenaikan signifikan sebesar 66,24 poin atau 1,10 persen ke posisi 6.108,21.
Penguatan tersebut sekaligus membawa IHSG kembali menembus level psikologis 6.100, setelah sempat berfluktuasi pada awal perdagangan akibat tekanan dari sejumlah saham berkapitalisasi besar.
Data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan mayoritas saham bergerak positif. Sebanyak 385 saham menguat, 254 saham melemah, sementara 326 saham lainnya ditutup stagnan.
Aktivitas transaksi juga tergolong ramai. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp13,22 triliun dengan volume perdagangan 26,23 miliar lembar saham yang berpindah tangan dalam 2,27 juta kali transaksi. Sementara itu, kapitalisasi pasar BEI meningkat menjadi sekitar Rp10.659 triliun.
Saham Perbankan dan AMMN Jadi Penopang Utama
Kinerja positif IHSG didorong oleh menguatnya sejumlah saham berkapitalisasi besar (big caps), terutama dari sektor perbankan dan pertambangan.
Beberapa emiten yang menjadi kontributor utama kenaikan indeks antara lain:
-
PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN)
-
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)
-
PT Astra International Tbk (ASII)
-
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI)
Kenaikan saham-saham tersebut mampu menjaga sentimen positif pasar hingga penutupan perdagangan.
Sektor perbankan sendiri masih menjadi perhatian investor karena dinilai memiliki fundamental yang relatif kuat di tengah stabilnya kondisi ekonomi domestik serta ekspektasi pertumbuhan kredit pada semester kedua 2026.
DCII Sempat Seret IHSG ke Zona Merah
Meski akhirnya ditutup menguat, perjalanan IHSG sepanjang perdagangan tidak sepenuhnya mulus.
Pada sekitar 30 menit pertama perdagangan, indeks sempat masuk ke zona merah akibat tekanan dari saham PT DCI Indonesia Tbk (DCII).
Saham emiten pusat data milik Toto Sugiri tersebut sempat anjlok hingga sekitar 7,4 persen ke level 183.900. Penurunan itu bahkan memangkas sekitar 15 poin IHSG, menjadikan DCII sebagai pemberat terbesar indeks pada sesi pagi.
Namun tekanan tersebut perlahan mereda. Menjelang penutupan perdagangan, koreksi DCII menyusut menjadi sekitar 0,44 persen, sehingga beban terhadap IHSG ikut berkurang dan indeks mampu kembali bergerak positif.
Investor Asing Masih Lakukan Aksi Jual
Di tengah penguatan indeks, aktivitas investor asing masih menunjukkan pola yang cukup hati-hati.
Pada perdagangan reguler, investor asing masih membukukan net sell di sejumlah saham unggulan.
Namun secara keseluruhan, data transaksi memperlihatkan adanya net buy sekitar Rp1 triliun, yang sebagian besar dipengaruhi transaksi jumbo di pasar negosiasi saham PT Perdana Karya Perkasa Tbk (PKPK) dengan nilai mencapai sekitar Rp1,44 triliun.
Total transaksi investor asing mencapai sekitar Rp4,19 triliun, terdiri atas:
-
Foreign Buy: Rp2,60 triliun
-
Foreign Sell: Rp1,59 triliun
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa minat investor asing masih selektif, dengan fokus pada transaksi tertentu di luar pasar reguler.
Saham yang Paling Banyak Dijual Asing
Sejumlah saham berkapitalisasi besar masih mengalami tekanan jual dari investor asing.
Daftar saham dengan nilai jual bersih (net sell) terbesar antara lain:
-
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA): Rp60,83 miliar
-
PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS): Rp43,36 miliar
-
PT Astra International Tbk (ASII): Rp30,21 miliar
-
PT Bank Rakyat Indonesia (BBRI): Rp24,63 miliar
-
PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT): Rp17,25 miliar
-
PT Bumi Resources Tbk (BUMI): Rp13,79 miliar
Meski demikian, aksi jual tersebut belum mampu menggagalkan penguatan IHSG karena ditopang oleh kenaikan saham-saham unggulan lainnya.
Sentimen Pasar Masih Positif
Pelaku pasar menilai penguatan IHSG mencerminkan optimisme terhadap prospek ekonomi Indonesia yang masih relatif stabil.
Selain didukung fundamental emiten perbankan dan sektor komoditas, investor juga mencermati perkembangan ekonomi global, arah kebijakan suku bunga bank sentral utama dunia, serta pergerakan harga komoditas yang masih menjadi faktor penting dalam menentukan arah investasi.
Dengan berhasil kembali menembus level 6.100, IHSG membuka peluang melanjutkan tren penguatan apabila didukung oleh arus dana investor yang tetap masuk dan sentimen positif dari pasar global pada perdagangan berikutnya.
Editor : Mahendra Aditya