Kudus Pati Jepara Karimunjawa Blora Grobogan Rembang Jateng Nasional Internasional Sportainment Otomotif Teknologi pedoman media siber Wisata Pendidikan Religi Lifestyle Kuliner Kesehatan Hobi Fashion Entertainment Ekonomi Inspirashe Feature Catatan

Hari Koperasi Jadi Momentum Pembuktian Koperasi Merah Putih

Ali Mustofa • Rabu, 15 Juli 2026 | 14:14 WIB
A. Mahbub Djunaidi
A. Mahbub Djunaidi

 
Oleh : A. Mahbub Djunaidi, Pensiunan ASN Kabupaten Blora

Peringatan Hari Koperasi Nasional ke-79 pada 12 Juli 2026 menjadi momentum penting untuk membuktikan bahwa Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KMP) mampu menjadi penggerak ekonomi masyarakat. 

Setelah seluruh desa dan kelurahan memiliki KMP, tantangan berikutnya adalah memastikan koperasi  dapat berjalan sehat, profesional, dan berkelanjutan.

Pemerintah terus mendorong percepatan operasional KMP.

Program ini diharapkan menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperkuat usaha bersama, memperluas akses permodalan, memperpendek rantai distribusi hasil pertanian, serta membuka peluang usaha baru yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan warga.

Berbagai persiapan terus dilakukan, mulai penyediaan sarana operasional, pendampingan pengurus, hingga pengembangan unit usaha sesuai dengan potensi masing-masing desa.

Kehadiran KMP diharapkan mampu menjadi pusat kegiatan ekonomi desa yang dikelola secara profesional, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi anggotanya.

Di tengah optimisme tersebut, masyarakat  menyampaikan harapan besar agar KMP tidak mengulang perjalanan panjang Koperasi Unit Desa (KUD) yang dahulu sempat menjadi penopang perekonomian pedesaan, namun banyak yang kemudian mengalami kemunduran bahkan berhenti beroperasi.

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bahwa koperasi tidak cukup hanya dibentuk, tetapi harus dikelola dengan tata kelola yang baik, pengurus yang kompeten, serta pengawasan yang konsisten.

Warga berharap KMP benar-benar dijalankan berdasarkan prinsip koperasi, bukan sekadar memenuhi target pembentukan.

Koperasi harus mampu menghasilkan keuntungan, dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan anggota maupun masyarakat.

Keberhasilan KMP sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia pengelolanya.

Transparansi keuangan, akuntabilitas, inovasi usaha, serta kemampuan membaca kebutuhan pasar menjadi faktor penting agar koperasi tetap sehat dan dipercaya masyarakat.

Momentum Hari Koperasi menjadi kesempatan mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap gerakan koperasi.

Jika dikelola secara profesional, KMP berpotensi menjadi motor penggerak ekonomi desa, memperkuat ketahanan pangan, mendukung pemasaran produk lokal, sekaligus menciptakan lapangan kerja baru di pedesaan.

Harapan masyarakat sederhana, namun memiliki makna besar.

Koperasi Merah Putih diinginkan tidak hanya ramai saat diluncurkan, tetapi mampu bertahan, berkembang, dan menjadi lembaga ekonomi yang menyejahterakan anggotanya. 

Dengan demikian, koperasi tidak lagi hanya menjadi slogan pembangunan, melainkan menjadi kekuatan nyata dalam membangun ekonomi desa yang mandiri dan berkelanjutan (*)

Editor : Ali Mustofa
mahbub djunaidi kmp Koperasi Merah Putih blora hari koperasi