Pertanyaan:
Dalam waktu dekat saya berencana untuk merubah beberapa konsep dalam perusahaan saya, salah satunya pada system yang lebih terintegrasi dan basis automasi.
Bagaimana strategi Upskilling yang tepat agar karyawan saya tetap relevan dan tidak merasa terancam dengan teknologi? (Rina, Kudus)
Jawaban:
Terimakasih atas pertanyaanya. Perkembangan teknologi saat ini menuntut kita untuk menyesuaikan diri, sebagai contoh seperti adanya WhatsApp Business, Google My Business atau automasi inventaris gudang.
Menghadapi era automasi, strategi pengembangan kompetensi (upskilling) bukan lagi sekedar teknis, namun juga kita butuh mentalitas yang siap.
Berikut adalah tips yang bisa diterapkan dalam perusahaan:
- Identifikasi Skills Gap: kita perlu memulai dengan memilah atau memetakan keterampilan yang dimiliki oleh karyawan saat ini dan keterampilan baru apa yang dibutuhkan dan yang perlu ditingkatkan agar mereka bisa bekerja berdampingan sejalan dengan perubahan menuju teknologi baru.
- Fokus pada Soft Skills: automasi unggul dalam data, namun manusia unggul dalam empati, kreativitas dan etika. Sebagai seorang pemimpin di dalam perusahaan kita perlu memastikan pelatihan yang menyentuh aspek kecerdasan emosional dan pemecahan masalah kompleks yang tidak terakomodir oleh mesin.
- Pahami Manfaat Teknologi: kita perlu menjelaskan kepada karyawan bahwa teknologi hadir untuk membantu tugas yang bersifat repetitif, sehingga mereka fokus pada pekerjaan yang lebih bernilai tambah dan strategis.
- Metode Micro-Learning: memberikan pelatihan dalam porsi kecil namun konsisten agar karyawan tidak merasa terbebani di sela-sela waktu kerja.
- Praktik Langsung dengan Alat Baru: ada karyawan yang lebih suka learning by doing terkadang hal tersebut lebih cepat meresap dalam ingatan. Pada intinya kita memberikan sesi praktik penggunaan alat atau perangkat digital pendukung kerja agar karyawan merasa terbiasa dan percaya diri dengan teknologi tersebut.
- Gunakan Platform Sederhana: gunakan alat digital yang bersifat user-friendly hal tersebut dengan harapan mempermudah transisi bagi pemula sebelum masuk ke system yang lebih detail.
- Pelatihan yang berkelanjutan: kita harus menyediakan pembaharuan materi secara berkala agar kompetensi tim selalu meningkat dan terbaharui.
Dengan pendekatan yang tepat, teknologi tidak akan menggantikan peran manusia dalam usaha anda, melainkan memperkuat performa tim secara keseluruhan.
Oleh: Misbakhul Maulana, S.E., M.M. (Dosen Prodi Manajemen FEB UMK)
Editor : Ali Mustofa