Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

IHSG Ditutup Turun 1,72 Persen, Tekanan Bursa Global Seret Mayoritas Saham ke Zona Merah

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 26 Juni 2026 | 18:23 WIB
Rupiah Ambrol ke Rp18.137 per Dolar AS dan IHSG Terpuruk di Level 5.500
Rupiah Ambrol ke Rp18.137 per Dolar AS dan IHSG Terpuruk di Level 5.500

Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan pada Jumat (26/6/2026) di zona negatif setelah tekanan dari pasar global memicu aksi jual di Bursa Efek Indonesia (BEI). Indeks ditutup melemah 102,91 poin atau 1,72 persen ke level 5.896,13.

Pelemahan IHSG berlangsung seiring koreksi yang terjadi di sejumlah bursa saham Asia. Sentimen negatif terutama berasal dari tekanan pada saham-saham sektor teknologi global, yang memicu kekhawatiran investor terhadap meningkatnya biaya pengembangan infrastruktur kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Kepala Riset Phintraco Sekuritas, Ratna Lim, menjelaskan bahwa melemahnya pasar global turut menekan saham-saham berbasis komoditas logam, sehingga memberikan dampak lanjutan terhadap pergerakan indeks domestik.

Pada awal perdagangan IHSG sempat bergerak di zona hijau. Namun tekanan jual meningkat sejak sesi pertama hingga membuat indeks bertahan di wilayah negatif sampai penutupan.

Indeks LQ45 yang berisi saham-saham berkapitalisasi besar juga ikut terkoreksi sebesar 0,69 persen ke posisi 583,72.

Dari sisi sektoral, hanya beberapa sektor yang mampu mencatatkan penguatan. Sektor barang baku menjadi yang terbaik dengan kenaikan 2,49 persen, disusul barang konsumen nonprimer dan sektor transportasi serta logistik. Sebaliknya, sektor infrastruktur, keuangan, dan kesehatan menjadi penyumbang pelemahan terbesar.

Aktivitas perdagangan di BEI berlangsung cukup aktif dengan frekuensi transaksi sekitar 1,52 juta kali, volume mencapai 19,11 miliar saham, dan nilai transaksi sekitar Rp12,72 triliun. Sebanyak 130 saham menguat, 590 saham melemah, sedangkan 239 saham ditutup stagnan.

Mayoritas bursa saham Asia juga mengakhiri perdagangan di zona merah. Indeks Nikkei Jepang, Hang Seng Hong Kong, Shanghai Composite China, hingga Straits Times Singapura sama-sama mencatatkan pelemahan sehingga memperkuat sentimen negatif di pasar regional.

Investor Menanti Data Ekonomi

Pelaku pasar kini mengalihkan perhatian pada sejumlah indikator ekonomi Indonesia yang dijadwalkan rilis pekan depan, antara lain PMI Manufaktur, neraca perdagangan, dan inflasi. Data tersebut dinilai akan menjadi acuan penting untuk membaca kondisi ekonomi nasional sekaligus menentukan arah pergerakan IHSG berikutnya.

Sejumlah analis memperkirakan IHSG masih berpotensi bergerak dalam fase konsolidasi dengan area pengujian di kisaran 5.700–5.800, bergantung pada sentimen global maupun data ekonomi domestik yang akan diumumkan.

Editor : Mahendra Aditya
#Penutupan IHSG #Bursa saham Indonesia #Saham melemah #bei #ihsg hari ini