Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Sentimen Global Pulih, Harga Bitcoin Tembus 65.900 Dolar AS

Mahendra Aditya Restiawan • Selasa, 16 Juni 2026 | 17:32 WIB

 

Aset kripto Bitcoin.
Aset kripto Bitcoin.

RADAR KUDUS – Pasar kripto kembali bergairah setelah meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Kesepakatan awal antara Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk mengakhiri konflik serta membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz menjadi katalis positif yang mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko tinggi, termasuk Bitcoin.

Setelah beberapa pekan dibayangi kekhawatiran perang dan ancaman terhadap pasokan energi global, pelaku pasar mulai mengubah strategi investasi mereka. Aset safe haven seperti dolar AS dan komoditas energi mulai kehilangan sebagian premi risikonya, sementara instrumen dengan volatilitas tinggi justru kembali diminati.

Chief Marketing Officer Indodax, Aloysia Dian, mengatakan membaiknya sentimen global memberikan ruang bagi investor untuk meningkatkan eksposur terhadap aset digital.

"Pasar kripto saat ini merespons membaiknya sentimen global setelah ketidakpastian geopolitik mulai mereda. Ketika risiko global menurun, investor cenderung kembali meningkatkan eksposur terhadap aset dengan volatilitas tinggi, termasuk Bitcoin dan aset kripto lainnya," ujar Aloysia dalam keterangannya di Jakarta, Selasa (16/6/2026).

Bitcoin Sentuh Level 65.900 Dolar AS

Berdasarkan data CoinMarketCap pada Senin (15/6/2026), harga Bitcoin bergerak di kisaran 63.900 dolar AS hingga 65.900 dolar AS, atau menguat sekitar 2 persen dalam 24 jam terakhir.

Penguatan tersebut semakin signifikan jika dibandingkan dengan posisi terendah pekan sebelumnya. Bitcoin kini diperdagangkan hampir 8 persen lebih tinggi dibanding level di bawah 60.900 dolar AS yang sempat disentuh saat ketegangan geopolitik memuncak.

Kenaikan harga Bitcoin mencerminkan pulihnya kepercayaan investor terhadap aset kripto setelah ketidakpastian global mulai berkurang.

Altcoin Ikut Melesat

Tidak hanya Bitcoin, mayoritas aset kripto berkapitalisasi besar juga mencatatkan penguatan.

Kondisi ini menunjukkan bahwa perbaikan sentimen tidak hanya terjadi pada Bitcoin, melainkan menyebar ke hampir seluruh segmen pasar aset digital.

Kesepakatan AS-Iran Redakan Kepanikan

Pulihnya pasar kripto tak bisa dilepaskan dari perkembangan geopolitik terbaru.

AS dan Iran dikabarkan mencapai kesepakatan awal untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama beberapa bulan. Salah satu poin penting dalam draf kesepakatan tersebut adalah pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur strategis yang menjadi titik distribusi sekitar seperlima pasokan minyak dan gas alam cair dunia.

Menurut laporan yang beredar, nota kesepahaman antara kedua negara dijadwalkan ditandatangani di Swiss melalui mediasi Pakistan. Selama masa gencatan senjata selama 60 hari, kedua pihak juga akan melanjutkan negosiasi yang lebih luas.

Meredanya risiko gangguan pasokan energi membuat pasar global bereaksi positif.

Harga minyak mentah Brent terkoreksi lebih dari 4 persen menuju kisaran 83 dolar AS per barel, seiring berkurangnya premi risiko geopolitik yang sebelumnya mendorong lonjakan harga energi.

Pada saat yang sama, pasar saham Asia bergerak menguat, kontrak berjangka indeks saham AS berada di zona hijau, dan tekanan terhadap dolar AS mulai mereda.

ETF Bitcoin Masih Jadi Penentu

Meski sentimen jangka pendek membaik, Aloysia mengingatkan bahwa keberlanjutan reli Bitcoin belum sepenuhnya terjamin.

Investor tetap perlu mencermati sejumlah indikator fundamental yang berpotensi menentukan arah pasar dalam beberapa waktu ke depan.

Salah satunya adalah arus dana pada ETF Bitcoin Spot di Amerika Serikat. Instrumen yang menjadi pintu masuk investor institusional tersebut justru mencatat outflow sebesar 1,72 miliar dolar AS dalam sepekan terakhir.

Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian investor besar masih bersikap hati-hati terhadap aset dengan volatilitas tinggi.

"Meredanya ketegangan geopolitik tentu menjadi perkembangan yang positif bagi pasar. Namun investor tetap perlu memperhatikan perkembangan secara menyeluruh dan tidak hanya berfokus pada satu sentimen tertentu," kata Aloysia.

Selain ETF, faktor lain yang perlu diperhatikan antara lain perkembangan regulasi aset digital, kondisi likuiditas global, minat investor institusional, serta arah kebijakan moneter bank-bank sentral dunia.

Rupiah Ikut Menguat

Dampak positif meredanya konflik Timur Tengah juga dirasakan pasar keuangan domestik.

Mengutip data Bloomberg, nilai tukar rupiah menguat 151,5 poin atau 0,85 persen ke level Rp17.708,5 per dolar AS pada penutupan perdagangan Senin (15/6/2026), dari posisi sebelumnya di Rp17.860 per dolar AS.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi menyebut membaiknya sentimen eksternal menjadi pendorong utama penguatan rupiah.

Investor kini juga menanti keputusan sejumlah bank sentral utama dunia, terutama kebijakan terbaru Federal Reserve (The Fed) yang dinilai akan sangat menentukan arah arus modal global.

Reli Bitcoin Belum Aman

Meski pasar kripto kembali menghijau, investor disarankan untuk tetap disiplin dalam mengelola risiko. Reli yang dipicu sentimen geopolitik cenderung bersifat jangka pendek apabila tidak didukung oleh faktor fundamental yang kuat.

Jika arus dana institusional kembali masuk, likuiditas global membaik, dan kebijakan moneter bergerak lebih akomodatif, peluang Bitcoin untuk melanjutkan penguatan masih terbuka lebar. Namun sebaliknya, perubahan sentimen secara tiba-tiba dapat memicu aksi ambil untung yang kembali menekan harga.

Bagi investor, momentum ini menjadi pengingat bahwa pasar kripto tidak hanya dipengaruhi perkembangan internal industri aset digital, tetapi juga sangat sensitif terhadap dinamika ekonomi dan geopolitik global.

Editor : Mahendra Aditya
#Bitcoin naik #AS Iran sepakat #ETF Bitcoin Spot #harga kripto terbaru #Harga bitcoin hari ini