RADAR KUDUS — Harga bahan bakar minyak (BBM) Pertamina menjadi perhatian masyarakat pada Sabtu (13/6/2026).
Hal ini terjadi setelah PT Pertamina (Persero) resmi menyesuaikan harga sejumlah produk BBM, terutama Pertamax dan Pertamax Green 95.
Kenaikan harga tersebut mulai diberlakukan sejak Rabu (10/6/2026).
Berdasarkan informasi dari laman resmi Pertamina, Pertamax untuk wilayah dengan PBBKB 5 persen, termasuk DKI Jakarta dan sekitarnya, kini dipatok di angka Rp16.250 per liter, naik dari sebelumnya Rp12.300 per liter.
Sementara itu, Pertamax Green 95 juga mengalami penyesuaian harga menjadi Rp17.000 per liter dari sebelumnya Rp12.900 per liter.
Berbeda dengan dua produk tersebut, Pertamax Turbo RON 98 tetap stabil di harga Rp20.750 per liter.
Harga Dexlite tercatat tidak berubah di level Rp23.000 per liter, begitu juga Pertamina Dex yang bertahan di harga Rp24.800 per liter.
Adapun BBM subsidi Pertalite masih dijual Rp10.000 per liter dan Bio Solar Rp6.800 per liter.
Rincian Harga BBM Pertamina 13 Juni 2026
Di wilayah Aceh dan Sumatera Utara, Pertamax dibanderol Rp16.650 per liter, sementara Pertamax Turbo Rp21.200 per liter, Dexlite Rp23.500 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.350 per liter.
Pertalite dan Solar masing-masing tetap Rp10.000 dan Rp6.800 per liter.
Untuk kawasan Free Trade Zone (FTZ) Sabang, Pertamax tercatat Rp15.250 per liter, Dexlite Rp21.550 per liter, dan Solar Rp6.800 per liter. Sementara Pertalite tetap di Rp10.000 per liter.
Di Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau, Pertamax dijual Rp17.000 per liter, Pertamax Turbo Rp21.650 per liter, Dexlite Rp24.000 per liter, dan Pertamina Dex Rp25.900 per liter.
Pada wilayah FTZ Batam, Pertamax berada di angka Rp15.500 per liter, Pertamax Turbo Rp19.700 per liter, Dexlite Rp21.850 per liter, dan Pertamina Dex Rp23.550 per liter.
Sementara itu, untuk wilayah Bengkulu, Sumatera Selatan, Jambi, Bangka Belitung, dan Lampung, harga BBM mengikuti pola yang hampir sama dengan wilayah Sumatera lainnya, dengan Pertamax Rp16.650 per liter dan Pertamax Turbo Rp21.200 per liter.
Di wilayah Pulau Jawa seperti DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, dan Jawa Timur, Pertamax tercatat Rp16.250 per liter, Pertamax Turbo Rp20.750 per liter, serta Pertamax Green 95 Rp17.000 per liter.
Dexlite dan Pertamina Dex masing-masing berada di Rp23.000 dan Rp24.800 per liter.
Untuk Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Nusa Tenggara Timur, harga BBM juga serupa dengan wilayah Jawa, termasuk Pertamax Rp16.250 per liter dan Pertamax Turbo Rp20.750 per liter.
Khusus Nusa Tenggara Timur, terdapat tambahan Biosolar non-subsidi yang dijual di harga Rp22.900 per liter.
Di Kalimantan Barat, Tengah, dan Timur, Pertamax berada di Rp16.650 per liter, sedangkan Pertamax Turbo Rp21.200 per liter dan Dexlite Rp23.500 per liter.
Sementara di Kalimantan Selatan dan Kalimantan Utara, Pertamax naik ke Rp17.000 per liter dengan Pertamax Turbo Rp21.650 per liter.
Wilayah Sulawesi seperti Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Tenggara, Selatan, dan Barat mencatat harga Pertamax Rp16.650 per liter dan Pertamax Turbo Rp21.200 per liter.
Untuk Maluku dan Maluku Utara, Pertamax berada di Rp16.650 per liter dengan Dexlite Rp23.500 per liter.
Di Papua serta Papua Barat, harga BBM cenderung seragam, dengan Pertamax Rp16.650 per liter, Pertamax Turbo Rp21.200 per liter, dan Dexlite Rp23.500 per liter.
Sementara di wilayah Papua Selatan, Papua Tengah, dan Papua Pegunungan, harga Pertamax tetap Rp16.650 per liter dan Solar Rp6.800 per liter.
Penyesuaian harga ini membuat masyarakat di berbagai daerah perlu kembali mencermati perubahan biaya energi yang berdampak langsung pada sektor transportasi dan aktivitas ekonomi sehari-hari.