RADAR KUDUS – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (10/6) tercatat mengalami penguatan tipis.
Berdasarkan data konversi mata uang dari Google Finance, pada pukul 11.47 WIB, satu dolar AS berada di kisaran Rp 17.961.
Dalam beberapa hari sebelumnya, rupiah sempat tertekan hingga menembus level di atas Rp 18.000 per dolar AS.
Meski kini menunjukkan penguatan, pergerakan nilai tukar tersebut masih tergolong fluktuatif dan belum sepenuhnya stabil.
Sebelumnya, Gubernur Perry Warjiyo menjelaskan bahwa terdapat dua strategi utama yang disepakati antara Bank Indonesia dan pemerintah melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia untuk menjaga stabilitas rupiah.
Langkah pertama adalah meningkatkan daya tarik investasi portofolio agar arus modal asing kembali masuk ke pasar keuangan domestik.
Menurutnya, kenaikan suku bunga di sejumlah negara telah memicu keluarnya dana asing dari instrumen saham maupun Surat Berharga Negara (SBN) di Indonesia.
Karena itu, kebijakan fiskal dan moneter diarahkan untuk meningkatkan imbal hasil investasi agar kembali kompetitif di mata investor global.
Dengan begitu, aliran modal asing diharapkan masuk kembali dan menopang kestabilan nilai tukar rupiah.
Langkah kedua yang ditempuh adalah menjaga kecukupan likuiditas di pasar uang dan sektor perbankan.
Upaya ini dilakukan melalui pengelolaan kas pemerintah yang tetap ditempatkan di Bank Indonesia, dengan skema imbal hasil atau remunerasi tertentu.
Strategi tersebut dinilai dapat menjaga efektivitas operasi moneter sekaligus memperkuat stabilitas rupiah di tengah tekanan global.
Selain itu, sinergi kebijakan fiskal dan moneter juga diharapkan mampu menjaga keseimbangan pasar keuangan dalam negeri.