Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menkeu Purbaya Soal IHSG Anjlok dan Dolar AS Rp18.000: Jangan Panik, Fundamental Ekonomi Kita Solid

Ghina Nailal Husna • Kamis, 4 Juni 2026 | 22:32 WIB
Menkeu Purbaya Soal IHSG Anjlok dan Dolar AS Rp18.000
Menkeu Purbaya Soal IHSG Anjlok dan Dolar AS Rp18.000

 

RADAR KUDUS – Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara menanggapi gejolak hebat yang tengah melanda pasar keuangan dan pasar modal domestik dalam beberapa hari terakhir.

Di tengah rontoknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan lonjakan nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) yang menembus level psikologis baru, Menkeu mengimbau para pelaku pasar dan investor untuk tetap tenang dan tidak mengambil keputusan secara impulsif.

Menurut penilaian Purbaya, koreksi tajam yang dialami oleh pasar saham domestik saat ini tidak mencerminkan kondisi riil perekonomian nasional.

Baca Juga: Dinilai Berprestasi Saat Menjabat, Eks Wamenaker Noel Ebenezer Divonis 4,5 Tahun Penjara dan Lontarkan Peringatan "98 Jilid II"

Ia menegaskan bahwa pelemahan ini lebih didominasi oleh faktor sentimen negatif jangka pendek serta tekanan geopolitik global, bukan karena kelemahan struktural dari dalam negeri.

Indikator Makro Tetap Tumbuh Kuat

Sebagai bukti ketahanan ekonomi nasional, Menkeu membeberkan sejumlah data indikator makro yang menunjukkan performa positif.

Salah satu parameter utama adalah sektor pendapatan negara yang masih mencatatkan rapor hijau.

"Penerimaan pajak kita pada Mei 2026 terbukti masih tumbuh dengan sangat kuat. Ini adalah sinyal konkret bahwa roda bisnis dan dunia usaha di dalam negeri sebenarnya masih bergerak secara ekspansif," ujar Purbaya dalam keterangan resminya.

Selain dari sisi instrumen negara, Purbaya juga menyoroti geliat aktivitas ekonomi di tingkat tapak.

Menurut pengamatannya, daya beli masyarakat domestik secara umum masih berada di level yang sangat terjaga. 

Hal ini tercermin dari tingginya angka mobilitas masyarakat, serta tetap ramainya pusat-pusat hiburan, perhotelan, dan pusat perbelanjaan di berbagai kota besar.

Optimisme di Tengah Tekanan Zona Merah

Kondisi Pasar Modal Terkini (Kamis, 4 Juni 2026)
Arah Pembukaan: IHSG kembali terjebak di zona merah akibat tekanan sentimen global.
Titik Terendah Sesi: Indeks sempat terkoreksi lebih dari 1 persen hingga merosot ke level 5.864.
Sikap Pemerintah: Optimistis pasar akan rebound karena ditopang fondasi ekonomi yang kuat.

Fluktuasi di lantai bursa memang belum sepenuhnya mereda. Pada perdagangan Kamis (4/6/2026), IHSG kembali dibuka melemah di zona merah dan sempat tertekan cukup dalam hingga lebih dari 1 persen menuju level 5.864.

Baca Juga: Gurita Korupsi Izin Tinggal WNA: KPK Tetapkan Silmy Karim dan 7 Pejabat Imigrasi Tersangka, Mensesneg Buka Suara

Kendati demikian, Menkeu Purbaya tetap optimistis bahwa pasar saham Indonesia akan segera mengalami pembalikan arah (rebound) dalam waktu dekat.

Pemerintah berkomitmen penuh untuk terus mengawal stabilitas pasar keuangan. Langkah yang diambil tidak hanya berfokus pada penguatan fondasi ekonomi makro, tetapi juga secara aktif memberikan kepastian regulasi guna menjaga psikologis dan sentimen para pelaku pasar.

Sinergi antara kebijakan fiskal Kementerian Keuangan dan kebijakan moneter Bank Indonesia diharapkan mampu menjadi jangkar yang kuat dalam menghadapi ombak ketidakpastian global saat ini. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Fundamental Ekonomi Indonesia #Sentimen Pasar Keuangan #Purbaya Yudhi Sadewa #ihsg hari ini #menteri keuangan