RADAR KUDUS – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menunjukkan penguatan tajam pada awal perdagangan Kamis, 7 Mei 2026. Sentimen positif dari pasar global dan menguatnya bursa Asia ikut mendorong optimisme investor di pasar saham domestik.
Pada pembukaan perdagangan pagi, IHSG berada di level 7.160,789. Berdasarkan data RTI hingga pukul 09.18 WIB, indeks langsung melesat 109,217 poin atau naik sekitar 1,54 persen ke posisi 7.201,684.
Penguatan tersebut diikuti dominasi saham yang bergerak di zona hijau. Sebanyak 397 saham tercatat menguat, sementara 152 saham melemah dan 176 saham lainnya stagnan.
Aktivitas transaksi pasar juga terpantau cukup ramai. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp3,270 triliun dengan volume perdagangan menyentuh 5,710 miliar saham pada awal sesi perdagangan.
Baca Juga: Rupiah Naik 0,14 Persen ke Rp17.362 di Awal Perdagangan, Ini Alasannya
Meski IHSG bergerak menguat, pelaku pasar tetap diminta waspada terhadap potensi koreksi teknikal. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, mengatakan IHSG saat ini sedang mencoba menembus area resistance penting di kisaran 7.100 hingga 7.150.
Namun jika gagal melewati level tersebut, indeks diperkirakan masih berpotensi terkoreksi kembali menuju area 6.850 sampai 7.000.
“IHSG masih menguji resistance. Jika gagal breakout, peluang koreksi tetap perlu diwaspadai,” ujar Fanny dalam riset hariannya.
Pada perdagangan sebelumnya, IHSG memang ditutup menguat sekitar 0,5 persen. Akan tetapi, pasar masih dibayangi aksi jual bersih investor asing atau net sell senilai Rp484 miliar.
Beberapa saham yang paling banyak dilepas asing antara lain BMRI, BRPT, BBCA, CUAN, dan TPIA.
Sementara itu, sentimen positif global turut menopang penguatan pasar saham. Bursa Wall Street di Amerika Serikat ditutup melonjak setelah muncul optimisme terkait peluang tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Indeks S&P 500 naik 1,46 persen, Nasdaq Composite melesat 2,02 persen, dan Dow Jones Industrial Average menguat 1,24 persen.
Bursa saham Asia juga bergerak positif. Indeks Hang Seng Hong Kong naik 1,22 persen, Taiex Taiwan menguat 0,91 persen, dan ASX 200 Australia melonjak 1,30 persen. Indeks Kospi Korea Selatan bahkan terbang hingga 6,45 persen.
Di tengah kondisi pasar tersebut, BNI Sekuritas merekomendasikan enam saham yang dinilai menarik untuk dicermati trader pada perdagangan hari ini.
Baca Juga: Setelah Anjlok Berhari-hari, Harga Emas Galeri24 dan UBS Kini Terbang Tinggi
Berikut rekomendasi saham pilihan beserta area transaksi yang disarankan:
1. ELSA
Speculative buy di area Rp750-Rp765.
Target jangka pendek Rp780-Rp800.
Cut loss di bawah Rp740.
2. MINA
Speculative buy di kisaran Rp384-Rp390.
Target dekat Rp398-Rp408.
Cut loss di bawah Rp380.
3. EMAS
Buy jika mampu menembus Rp8.850.
Target harga Rp9.000-Rp9.175.
Cut loss di bawah Rp8.500.
4. VKTR
Speculative buy pada area Rp945-Rp960.
Target terdekat Rp980-Rp1.000.
Cut loss di bawah Rp940.
5. DEWA
Speculative buy di area Rp505-Rp520.
Target jangka pendek Rp530-Rp550.
Cut loss di bawah Rp500.
6. ADMR
Speculative buy pada kisaran Rp1.845-Rp1.880.
Target dekat Rp1.910-Rp1.930.
Cut loss di bawah Rp1.830.
Investor diingatkan tetap memperhatikan manajemen risiko dan perkembangan sentimen global sebelum mengambil keputusan transaksi di pasar saham.
Editor : Mahendra Aditya