Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Menkeu Purbaya: Pesan Presiden Prabowo Tegaskan Kondisi Fiskal Solid, Tak Perlu Khawatir Soal Uang Negara

Ghina Nailal Husna • Rabu, 6 Mei 2026 | 17:13 WIB
Menkeu Purbaya Pesan Presiden Prabowo Tegaskan Kondisi Fiskal Solid, Tak Perlu Khawatir Soal Uang Negara
Menkeu Purbaya Pesan Presiden Prabowo Tegaskan Kondisi Fiskal Solid, Tak Perlu Khawatir Soal Uang Negara

 

RADAR KUDUS – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memberikan pernyataan menyejukkan di tengah fluktuasi pasar keuangan global.

Dalam keterangan resminya, Menkeu menyampaikan pesan khusus dari Presiden Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa kondisi keuangan negara saat ini berada dalam posisi yang sangat kuat.

Pesan tersebut dimaksudkan untuk meredam kekhawatiran publik sekaligus memastikan bahwa pemerintah memiliki instrumen fiskal yang memadai untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional di tengah tekanan nilai tukar.

Baca Juga: Tuntas! Keluarga Pewaris Samsung Lunasi Pajak Warisan Rekor Rp139 Triliun

Menkeu Purbaya menekankan bahwa ruang fiskal Indonesia masih sangat longgar untuk menopang berbagai program strategis dan menghadapi tantangan eksternal.

 "Bapak Presiden Prabowo secara spesifik berpesan agar saya sampaikan kepada publik bahwa uang kita banyak, jadi masyarakat tidak perlu takut atau khawatir berlebihan," ujar Purbaya.

Pernyataan ini bukan tanpa dasar. Data menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia pada Kuartal I-2026 mencatatkan angka yang impresif, yakni mencapai 5,61 persen. 

Tren ini menunjukkan akselerasi yang positif dibandingkan periode sebelumnya, didorong oleh konsumsi domestik yang tetap terjaga dan investasi yang terus mengalir.

Sebagai langkah konkret untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dan mengurangi ketergantungan pada dolar Amerika Serikat (AS), pemerintah menyiapkan langkah diversifikasi pembiayaan yang strategis.

Indonesia berencana menerbitkan Panda Bonds, yaitu obligasi dalam mata uang Renminbi (Yuan) di pasar modal China.

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah cerdas untuk memperluas basis investor global. Dengan mengakses pasar China, pemerintah berharap dapat memperoleh sumber pendanaan dengan biaya (kupon) yang lebih kompetitif.

Diversifikasi ini diharapkan mampu memberikan bantalan bagi nilai tukar rupiah dalam jangka menengah dari guncangan volatilitas dolar.

Sejalan dengan optimisme pemerintah, Bank Indonesia (BI) memberikan penilaian bahwa nilai tukar rupiah saat ini berada pada posisi undervalued atau berada di bawah nilai fundamental aslinya.

 Dengan fundamental ekonomi yang solid, potensi penguatan rupiah di masa depan dinilai masih sangat terbuka lebar.

Indikator-indikator ekonomi makro mendukung penilaian tersebut, di antaranya:

Baca Juga: Alarm Lingkungan: Bekasi Tempati Posisi Kedua Sumber Emisi Metana Terbesar Dunia Akibat TPST Bantargebang

Inflasi Terkendali: Laju inflasi nasional masih berada dalam rentang target sasaran pemerintah dan bank sentral.

Pertumbuhan Kredit Tinggi: Menunjukkan aktivitas sektor riil dan perbankan yang masih ekspansif.

Cadangan Devisa Kuat: Memberikan kepastian bahwa otoritas moneter memiliki peluru yang cukup untuk melakukan intervensi jika diperlukan.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga koordinasi antara kebijakan fiskal dan moneter guna memastikan ekonomi tetap tumbuh stabil di atas rata-rata kawasan meskipun dinamika global masih penuh dengan ketidakpastian. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Ruang Fiskal #Panda Bonds #ekonomi indonesia 2026 #Menteri Keuangan Purbaya #prabowo subianto