Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

171 Daerah Alami Kenaikan Harga Gula, Ini Penyebabnya

Iwan Arfianto • Jumat, 24 April 2026 | 12:39 WIB
Ilustrasi gula pasir
Ilustrasi gula pasir

 

Jakarta – Kenaikan harga gula pasir mulai terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam beberapa pekan terakhir.

Salah satu faktor yang mendorong lonjakan ini disebut berasal dari meningkatnya biaya bahan baku plastik untuk kemasan.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah daerah yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH) gula terus bertambah hingga pekan ketiga April 2026.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengungkapkan bahwa tren kenaikan tersebut semakin meluas dibandingkan pekan sebelumnya.

“Pada minggu sebelumnya tercatat sekitar 150-an kabupaten/kota mengalami kenaikan, dan kini jumlahnya meningkat menjadi lebih dari 170 daerah,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (24/4/2026).

Menurutnya, salah satu penyebab utama kenaikan harga gula adalah naiknya harga plastik yang digunakan sebagai bahan kemasan.

Sebagian besar gula konsumsi dijual dalam kemasan plastik, sehingga perubahan biaya produksi langsung berdampak ke harga jual.

“Komponen kemasan ini cukup signifikan. Ketika harga plastik naik, produsen otomatis menyesuaikan harga di tingkat konsumen,” jelasnya.

Sementara itu, Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan pemerintah tengah berupaya menstabilkan pasokan bahan baku plastik agar tekanan harga tidak berlanjut.

Deputi Ketersediaan dan Stabilisasi Pangan Bapanas, I Gusti Ketut Astawa, mengatakan koordinasi lintas kementerian sudah dilakukan untuk mencari solusi cepat.

“Upaya sedang dilakukan bersama kementerian terkait agar pasokan bahan baku kembali normal dan harga bisa terkendali,” ujarnya.

Berdasarkan analisis Bapanas, dari ratusan daerah yang mengalami kenaikan IPH gula, tidak semuanya melampaui Harga Acuan Penjualan (HAP).

Sebagian wilayah masih berada dalam batas harga yang ditetapkan pemerintah.

Secara nasional, kenaikan harga gula dalam sebulan terakhir terpantau relatif terkendali, dengan peningkatan tipis di bawah 2%.

Meski demikian, tren ini tetap menjadi perhatian karena berkaitan langsung dengan kebutuhan pokok masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah memproyeksikan produksi gula dalam negeri akan meningkat dalam waktu dekat.

Kenaikan produksi ini diharapkan mampu menambah pasokan di pasar dan meredam tekanan harga yang terjadi belakangan ini.

Editor : Iwan Arfianto
#bahan baku plastik #Kenaikan harga gula pasir #Badan Pusat Statistik (BPS) #Indeks Perkembangan Harga (IPH)