Pertanyaan:
Bisnis keluarga banyak dijalankan dalam bentuk UMKM dan sering melibatkan beberapa anggota keluarga lintas generasi.
Namun, peran ganda sebagai keluarga, pemilik, dan pengelola usaha sering menimbulkan konflik.
Bagaimana cara mengatasi kompleksitas bisnis keluarga agar usaha tetap berkelanjutan?
Jawaban:
Bisnis keluarga memang memiliki kontribusi besar bagi perekonomian, namun juga menyimpan kompleksitas karena tumpang tindih peran antara keluarga dan bisnis.
Untuk mengatasi hal tersebut, UMKM berbasis bisnis keluarga perlu menerapkan manajemen yang lebih profesional melalui langkah-langkah berikut:
- Menerapkan Manajemen Konflik
Konflik dalam bisnis keluarga sering muncul akibat perbedaan kepentingan dan emosi antar anggota keluarga, terutama antar generasi.
Konflik tidak boleh diabaikan karena dapat merusak keharmonisan keluarga dan mengancam kelangsungan usaha.
Manajemen konflik dapat dilakukan dengan komunikasi terbuka, keterlibatan keluarga dalam pengambilan keputusan, serta membangun budaya kerja yang kooperatif, saling menghargai, dan bertanggung jawab.
2. Menyiapkan Kepemimpinan yang Tepat
Kepemimpinan berperan penting dalam mendorong keunggulan dan inovasi bisnis keluarga.
Pemilihan pemimpin atau penerus usaha perlu dilakukan secara bersama oleh keluarga, dengan mempertimbangkan kompetensi, komitmen, dan kemampuan memberdayakan anggota keluarga lain.
Kepemimpinan yang efektif membantu mengurangi konflik dan memperkuat arah bisnis.
3. Membangun Tata Kelola yang Jelas
Tata kelola diperlukan untuk mengatur struktur kepemilikan, kewenangan pengambilan keputusan, serta pembagian tanggung jawab agar tidak tumpang tindih.
Tidak semua anggota keluarga harus terlibat dalam setiap keputusan bisnis.
Selain itu, pengelolaan keuangan dan arus kas perlu dilakukan secara transparan untuk mendukung operasional usaha dan menjaga kepercayaan antar anggota keluarga.
Dengan manajemen konflik yang baik, kepemimpinan yang tepat, dan tata kelola yang jelas, bisnis keluarga berbentuk UMKM dapat mengurangi kompleksitas internal, menjaga keharmonisan keluarga, dan memastikan keberlanjutan usaha lintas generasi.
Oleh: Dr. Stevi Jimry Poluan, S.T., M.M. (Dosen Prodi Manajemen FEB UMK)
Editor : Ali Mustofa