Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati pedoman media siber Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Akselerasi Ekonomi Desa: Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Pegawai BUMN untuk KDKMP dan Kampung Nelayan

Ghina Nailal Husna • Kamis, 16 April 2026 | 22:49 WIB
Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Pegawai BUMN untuk KDKMP dan Kampung Nelayan
Pemerintah Buka 35 Ribu Lowongan Pegawai BUMN untuk KDKMP dan Kampung Nelayan

 

RADAR KUDUS – Komitmen pemerintah dalam memperkuat fondasi ekonomi kerakyatan memasuki babak baru.

Melalui Panitia Seleksi Nasional (Panselnas), pemerintah secara resmi mengumumkan pembukaan rekrutmen besar-besaran sebanyak 35.476 posisi untuk mengelola Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih (KDKMP) serta Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP).

Langkah strategis ini dirancang untuk menempatkan tenaga profesional di garda terdepan penguatan operasional desa dan wilayah pesisir di seluruh penjuru Indonesia.

Baca Juga: Revolusi Keadilan di Surabaya: Mantan Suami Mangkir Nafkah Anak Bakal "Lumpuh" Secara Administrasi

Salah satu daya tarik utama dalam rekrutmen ini adalah status kepegawaiannya. Para pelamar yang dinyatakan lolos seleksi akan diangkat menjadi Pegawai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dengan skema Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) untuk durasi kontrak selama dua tahun.

Skema ini merupakan bagian dari program penguatan operasional yang bertujuan untuk memastikan KDKMP dan KNMP dikelola dengan standar manajemen korporasi yang akuntabel namun tetap berbasis pada pemberdayaan masyarakat lokal.

Pemerintah membuka kesempatan luas bagi putra-putri terbaik bangsa dengan kriteria sebagai berikut:

Jenjang Pendidikan: Lulusan D3, D4, dan S1 dari seluruh jurusan.

Kualifikasi Akademik: Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) minimal 2,75.

Batasan Usia: Maksimal 35 tahun pada saat pendaftaran.

Menteri Zulkifli Hasan menekankan bahwa diversifikasi latar belakang pendidikan sangat diperlukan karena pengelolaan koperasi dan kampung nelayan membutuhkan berbagai keahlian, mulai dari manajemen keuangan, logistik, hingga pemberdayaan sosial.

Pemerintah mengeluarkan peringatan keras terkait maraknya potensi penipuan yang memanfaatkan momentum rekrutmen besar ini. Zulkifli menegaskan bahwa seluruh proses seleksi berjalan secara transparan dan berintegritas.

"Kami tegaskan bahwa seluruh tahapan seleksi ini tidak dipungut biaya apa pun. Tidak ada pihak yang dapat menjamin kelulusan.

 Jika ada oknum yang menjanjikan kelulusan dengan meminta imbalan uang, itu dipastikan bohong atau penipuan," tegas Zulkifli.

Pendaftaran hanya dilakukan melalui situs resmi Panselnas guna memastikan keamanan data dan keadilan bagi seluruh calon peserta.

Rekrutmen tahap pertama ini dilakukan seiring dengan target penyelesaian pembangunan fisik infrastruktur.

Hingga pertengahan tahun 2026, ditargetkan sekitar 30.000 hingga 40.000 unit KDKMP serta 1.369 KNMP telah rampung dan siap beroperasi.

Baca Juga: Krisis Integritas di Lembaga Pengawas: Baru 6 Hari Dilantik, Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Ditahan Terkait Suap Izin Nikel

Namun, ini hanyalah awal. Pemerintah memproyeksikan pembangunan total mencapai 80.000 unit KDKMP di seluruh Indonesia.

 Hal ini menandakan bahwa akan ada rekrutmen tahap berikutnya secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan sumber daya manusia di masa mendatang.

Kehadiran para profesional muda ini diharapkan mampu mengubah wajah ekonomi pedesaan menjadi lebih mandiri dan berdaya saing global. (*)

Editor : Ghina Nailal Husna
#Rekrutmen BUMN KDKMP #Lowongan Kampung Nelayan Merah Putih #Panselnas 2026 #Pendaftaran Koperasi Desa #Karir BUMN PKWT