Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Strategi Implementasi Akuntansi Keberlanjutan UMKM

Ali Mustofa • Rabu, 25 Februari 2026 | 09:37 WIB

Naila Rizki Salisa, S.E., M.Sc.; Dosen Akuntansi FEB UMK
Naila Rizki Salisa, S.E., M.Sc.; Dosen Akuntansi FEB UMK
Pertanyaan:

Saya seorang pemilik UMKM. Saat ini usaha saya telah berkembang dengan baik, namun bagaimana strategi untuk tetap mempertahankan usaha yang saya miliki agar tetap dapat bertahan dalam situasi dan kondisi apapun?

Jawaban:

Akuntansi keberlanjutan memiliki peran penting bagi UMKM di Indonesia dalam upaya menghadapi ketidakpastian bisnis dan tantangan keberlanjutan.

Tidak hanya berfokus pada laba semata, namun juga dampak yang ditimbulkan terhadap aspek sosial dan lingkungan dimana UMKM tersebut berada.

Hal ini terjadi karena kesadaran global atas isu perubahan iklim, ketimpangan sosial, ekploitasi alam, dan meningkatnya kesadaran konsumen terhadap produk yang bertanggungjawab.

UMKM tidak lagi cukup hanya mengejar laba namun menjadi suatu alat untuk mengukur, mengelola, dan melaporkan kinerjanya secara transparan dan dengan cara yang bertanggungjawab.

Implementasi akuntansi keberlanjutan membantu UMKM membangun reputasi yang baik, meningkatkan daya saing, serta menarik investor dan konsumen.

Penerapannya dapat dimulai dari langkah sederhana namun konsisten.

Strategi pertama adalah meningkatkan kesadaran dan pemahaman pelaku UMKM.

Akuntansi tidak hanya sebatas pencatatan pajak, tetapi juga mencakup pelaporan dampak ekonomi, sosial, dan lingkungan usaha.

Melalui sosialisasi, pelatihan, dan panduan praktis, pelaku usaha dapat memahami bahwa pengelolaan limbah, efisiensi energi, dan tanggung jawab sosial merupakan investasi jangka panjang.

Strategi kedua adalah digitalisasi sistem akuntansi. Penggunaan aplikasi pembukuan sederhana membantu pencatatan transaksi lebih rapi, akurat, dan transparan.

Sistem digital memudahkan pemantauan arus kas, pengendalian biaya, serta penyusunan laporan yang kredibel sehingga meningkatkan kepercayaan lembaga keuangan dan memperluas akses pembiayaan.

Strategi ketiga adalah pelatihan dan pendampingan berkelanjutan.

Program berbasis praktik dan pengawasan membantu UMKM mengimplementasikan sistem secara efektif serta mengintegrasikan efisiensi dan tanggung jawab sosial dalam strategi bisnis.

Pada akhirnya, akuntansi keberlanjutan adalah strategi untuk bertahan dan tumbuh.

UMKM yang mampu mengelola dampaknya secara terukur akan lebih siap menghadapi krisis, lebih efisien, dan lebih dipercaya pasar.

Keberlanjutan bukan beban, melainkan investasi jangka panjang bagi masa depan usaha. (*)

 

Oleh: Naila Rizki Salisa, S.E., M.Sc. (Dosen Prodi Akuntansi FEB UMK)

 

Editor : Ali Mustofa
#Naila Rizki Salisa #umkm #investor #daya saing #konsumen #UMK #akuntansi #Reputasi