Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

38 Anak Usaha Pertamina Dilepas, Rumah Sakit hingga Maskapai Masuk Daftar Spin-Off

Mahendra Aditya Restiawan • Rabu, 11 Februari 2026 | 16:14 WIB

 

 

Ilustrasi melepas usaha bisnis
Ilustrasi melepas usaha bisnis

RADAR KUDUS - PT Pertamina (Persero) bersiap melakukan salah satu langkah restrukturisasi terbesar dalam satu dekade terakhir.

Perusahaan energi milik negara itu mengonfirmasi rencana pelepasan 38 anak usaha yang tidak berkaitan langsung dengan bisnis inti minyak dan gas (migas) sepanjang 2026.

Daftarnya mencakup sektor yang selama ini dianggap “jauh dari dapur energi”, mulai dari rumah sakit, hotel, maskapai penerbangan, hingga asuransi.

Langkah ini bukan sekadar efisiensi struktural, melainkan sinyal tegas bahwa Pertamina tengah mengencangkan ikat pinggang bisnisnya.

Baca Juga: Janice Tjen Tampil Baik, Dapat Pujian dari Iga Swiatek saat Berjumpa di Qatar Open 2026

Fokusnya jelas: kembali ke jantung usaha energi, sekaligus mengurangi beban kompleksitas korporasi yang selama ini membengkak akibat ekspansi lintas sektor.

Direktur Transformasi dan Keberlanjutan Bisnis Pertamina, Agung Wicaksono, menyebut kebijakan ini sebagai bagian dari program streamlining business—penataan ulang portofolio agar lebih ramping, fokus, dan bernilai tambah tinggi.

Tahun ini ada 38 perusahaan lagi yang masuk pipeline. Mayoritas bergerak di luar migas, seperti rumah sakit, perhotelan, maskapai, dan asuransi, ujar Agung di kawasan Terminal Tanjung Sekong, Cilegon, Rabu (11/2/2026).

Baca Juga: Harga Perak Antam Koreksi 11 Februari 2026, Turun Rp600, Pilihan Rasional Investor Logam Mulia

Mengapa Pertamina Melepas Bisnis di Luar Migas?

Selama bertahun-tahun, Pertamina tumbuh menjadi raksasa dengan ratusan entitas usaha.

Namun, pertumbuhan itu juga membawa konsekuensi: struktur yang gemuk, proses pengambilan keputusan lambat, dan biaya pengelolaan tinggi.

Di tengah tuntutan transisi energi, fluktuasi harga minyak global, serta tekanan efisiensi BUMN, model bisnis semacam itu dinilai tak lagi relevan.

Pertamina kini memilih pendekatan berbeda—lebih selektif, lebih fokus, dan berbasis nilai inti.

Langkah pelepasan anak usaha nonmigas ini juga sejalan dengan strategi pemerintah mendorong BUMN untuk tidak menjadi “konglomerasi serba bisa”, melainkan spesialis kuat di sektor strategisnya masing-masing.

Rumah Sakit Pertamina Masuk Skema Baru

Salah satu klaster terbesar yang masuk daftar pelepasan adalah bisnis rumah sakit yang selama ini berada di bawah Indonesia Healthcare Corporation (IHC). Sekitar 12 entitas rumah sakit disebut sudah masuk dalam tahap persiapan restrukturisasi.

Agung menjelaskan bahwa pengelolaan rumah sakit Pertamina ke depan tidak lagi berada langsung di bawah induk migas, melainkan berpotensi dialihkan ke Danantara, entitas pengelola aset negara.

Untuk IHC, kami sudah mencapai kesepakatan nilai dengan Danantara. Proses selanjutnya akan dilanjutkan sesuai arahan, jelas Agung.

Skema ini menunjukkan bahwa negara tidak meninggalkan bisnis kesehatan, tetapi memindahkannya ke pengelola yang lebih relevan secara sektor, agar Pertamina bisa berkonsentrasi penuh pada energi.

Baca Juga: PN Jaksel Tolak Praperadilan Richard Lee, Bukti Dianggap Cukup

Pelita Air Masuk Radar Integrasi

Nama Pelita Air juga masuk dalam daftar restrukturisasi strategis. Maskapai yang selama ini menjadi anak usaha Pertamina itu direncanakan digabungkan ke Garuda Indonesia, sesuai rencana kerja PT Danantara Asset Management.

Penggabungan ini dinilai sebagai langkah logis untuk mengurangi duplikasi bisnis penerbangan di BUMN sekaligus memperkuat ekosistem aviasi nasional.

Pelita Air sudah masuk dalam RKAP Danantara. Prosesnya akan berjalan bertahap, ungkap Agung.

Bagi Pertamina, langkah ini mengurangi beban operasional nonenergi. Sementara bagi negara, konsolidasi maskapai diharapkan meningkatkan efisiensi industri penerbangan pelat merah.

Baca Juga: Marak Hoaks BSU, Waspadai Link Palsu dan Permintaan PIN atau Kode OTP

Hotel dan Properti Juga Masuk Daftar

Selain rumah sakit dan maskapai, bisnis perhotelan yang dikelola melalui Patra Jasa juga masuk agenda pelepasan.

Untuk tahap awal, pengelolaan hotel akan dialihkan ke grup Danantara, khususnya Hotel Indonesia Nature di bawah InJourney, dengan skema operatorship.

Namun Agung menegaskan, pengalihan ini bukan langkah akhir. Setelah tahap pengelolaan berjalan, proses pelepasan kepemilikan akan dipertimbangkan sesuai evaluasi nilai dan strategi jangka panjang.

Langkah ini menandai perubahan signifikan: Pertamina tidak lagi melihat properti dan hospitality sebagai penopang utama nilai perusahaan.

Asuransi TUGU: Dilepas, Tapi Tetap Strategis

Di sektor jasa keuangan, Pertamina juga menyiapkan pelepasan PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia Tbk (TUGU). Proses ini tengah dibahas bersama Indonesia Financial Group (IFG).

Meski dilepas, Agung menegaskan bahwa fungsi asuransi tetap krusial bagi industri migas, terutama dalam manajemen risiko.

Asuransi ini tetap harus mendukung bisnis migas. Karena sektor energi punya risiko tinggi dan butuh proteksi kuat, jelasnya.

Artinya, pelepasan dilakukan dengan pendekatan strategis, bukan sekadar menjual aset.

Jumlah Anak Usaha Terus Menyusut

Restrukturisasi ini bukan langkah pertama. Sejak 2025 hingga awal 2026, jumlah entitas di bawah Pertamina telah berkurang dari 257 menjadi 242 perusahaan.

Sebanyak 15 entitas dilebur atau dilepas, termasuk 10 Special Purpose Vehicle (SPV) di Pertamina Internasional Shipping (PIS) yang berfungsi sebagai entitas kapal.

Pengurangan ini menunjukkan bahwa restrukturisasi bukan wacana, melainkan proses berjalan yang konsisten.

Baca Juga: Menjelang Ramadan, Prabowo Kumpulkan Para Menteri di Istana, Bahas Hal Ini

Dampak Jangka Panjang bagi Pertamina

Dengan portofolio yang lebih ramping, Pertamina diharapkan memiliki:

Bagi investor dan pemangku kepentingan, langkah ini juga memperjelas arah perusahaan: Pertamina bukan lagi BUMN serba usaha, melainkan pemain energi yang disiplin secara strategi.

Sinyal Kuat Bagi BUMN Lain

Lebih dari sekadar kebijakan internal, langkah Pertamina ini menjadi sinyal kuat bagi BUMN lain. Era ekspansi tanpa batas mulai ditinggalkan. Yang diutamakan kini adalah ketajaman fokus, efisiensi, dan relevansi bisnis.

Restrukturisasi ini juga mencerminkan perubahan paradigma pengelolaan aset negara: setiap bisnis harus dikelola oleh entitas yang paling kompeten di sektornya.

Editor : Mahendra Aditya
#garuda #Aset BUMN Dijual #Rumah Sakit Pertamina #Pertamina lepas anak usaha #Danantara #aset bumn #restrukturisasi Pertamina #pertamina #pelita air