Pertanyaan:
Saya seorang wirausaha yang sedang berkembang. Akhir akhir ini keuangan usaha saya agak beribet karena tercampur dengan uang pribadi.
Bagaimana cara memisahkan uang usaha dengan uang pribadi.
Jawaban:
Memisahkan uang usaha dan uang pribadi sangat penting untuk menjaga arus kas tetap terkendali, kesehatan bisnis terjaga, serta memudahkan evaluasi keuangan.
Banyak usaha sulit berkembang bukan karena kurang untung, tetapi karena keuangan pribadi dan usaha tercampur.
Langkah paling dasar yang bisa dilakukan adalah menyiapkan rekening atau dompet khusus untuk usaha.
Jika belum memiliki rekening terpisah, setidaknya gunakan dua dompet berbeda.
Rekening tetap atas nama pribadi tidak masalah, yang terpenting penggunaannya khusus untuk usaha.
Pilih bank yang memiliki ATM setor tunai atau kerja sama dengan gerai terdekat agar lebih hemat waktu dan tenaga.
Setoran rutin juga penting agar arus pendapatan usaha tercatat dengan baik dan dapat menjadi nilai tambah jika suatu saat mengajukan pinjaman ke bank.
Langkah berikutnya adalah mulai “menggaji” diri sendiri. Pemilik usaha sering menjalankan banyak peran sekaligus, yaitu sebagai pemilik modal, pekerja, dan pemilik tempat usaha.
Karena itu, keperluan rumah tangga sebaiknya dibiayai dari gaji yang sudah ditetapkan, bukan langsung mengambil uang usaha.
Selain itu, biasakan menerima pembayaran melalui transfer dan melakukan pembelian dengan kartu debit atau transfer agar pemasukan dan pengeluaran tercatat otomatis di rekening usaha.
Jangan lupa mengisi keterangan saat transfer untuk memudahkan pemantauan. Terakhir, manfaatkan mobile dan internet banking.
Penggunaan teknologi perbankan membantu menghemat waktu, mempermudah transaksi, dan mendukung usaha agar dikelola lebih profesional.
Oleh: Dr. Mulyanto, S.E., S.H., M.Si., M.M., M.H. (Dosen Akuntansi FEB UMK)
Editor : Ali Mustofa