Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Emas Antam Pecah Rekor Rp 2,9 Juta, Rekor Terus

Mahendra Aditya Restiawan • Senin, 26 Januari 2026 | 14:01 WIB
Ilustrasi Emas Antam. (Jawa Pos)
Ilustrasi Emas Antam. (Jawa Pos)

RADAR KUDUS - Lonjakan harga emas kembali mencetak sejarah. Pada perdagangan Senin (26/1/2026), emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) resmi menembus level psikologis baru.

Harga emas 24 karat melonjak Rp 30.000 dan bertengger di angka Rp 2.917.000 per gram—level tertinggi sepanjang masa. Rekor ini bukan sekadar catatan angka, melainkan sinyal penting tentang perubahan arah ekonomi dan perilaku investor.

Berdasarkan data resmi dari laman Logam Mulia, penguatan harga emas terjadi serentak dengan lonjakan harga emas global yang juga berada di titik tertinggi.

Kenaikan tajam ini menegaskan satu hal: emas kembali menjadi primadona di tengah ketidakpastian, ketika instrumen lain mulai dianggap rapuh.

Baca Juga: Harga Emas Pecah Rekor, ANTM, EMAS, HRTA Terbang Serempak

Kenaikan Tajam, Bukan Sekadar Fluktuasi Harian

Lonjakan Rp 30.000 per gram dalam satu hari bukan pergerakan biasa. Ini mencerminkan tekanan permintaan yang kuat, baik dari investor ritel maupun institusi.

Di saat yang sama, harga buyback emas Antam ikut terdorong naik Rp 28.000 menjadi Rp 2.750.000 per gram.

Artinya, selisih jual dan beli tetap terjaga, membuat emas semakin menarik sebagai instrumen lindung nilai jangka menengah.

Yang menarik, reli emas kali ini berlangsung tanpa euforia berlebihan di ruang publik. Tidak ada antrean panjang di butik emas, tidak ada kepanikan beli. Justru di sinilah letak kekuatannya: pasar bergerak tenang, namun arahnya jelas—ke atas.

Sudut Pandang Baru: Emas sebagai “Asuransi Sunyi”

Angle yang jarang diangkat di Google Discover adalah pergeseran fungsi emas itu sendiri. Emas kini bukan sekadar alat investasi atau tabungan konvensional, melainkan berubah menjadi semacam “asuransi sunyi” bagi kelas menengah dan investor mapan.

Di tengah inflasi global yang belum sepenuhnya jinak, ketidakpastian geopolitik, serta volatilitas pasar saham, emas menawarkan satu hal yang sulit ditandingi: stabilitas psikologis.

Investor membeli emas bukan untuk cepat untung, tetapi untuk memastikan nilai kekayaan mereka tidak tergerus secara perlahan.

Rekor harga emas Antam hari ini menjadi refleksi dari kecemasan global yang tidak selalu tampak di permukaan data ekonomi.

Pajak Lebih Ringan, Daya Tarik Makin Kuat

Sentimen positif emas juga diperkuat oleh kebijakan fiskal yang lebih ramah. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023, konsumen akhir kini dibebaskan dari Pajak Penghasilan (PPh) saat membeli emas batangan.

Beban pajak hanya dikenakan pada pelaku usaha emas melalui PPh Pasal 22 sebesar 0,25%, turun signifikan dari aturan sebelumnya yang mencapai 0,45%.

Kebijakan ini membuat transaksi emas semakin efisien dan transparan, terutama bagi pembeli ritel. Dalam konteks harga yang terus menanjak, insentif pajak ini berfungsi sebagai “peredam psikologis” yang menjaga minat beli tetap hidup.

Rincian Harga: Emas Tak Lagi Murah, Tapi Tetap Diburu

Kenaikan harga emas Antam tercermin merata di seluruh pecahan. Untuk ukuran terkecil, emas 1 gram kini dibanderol Rp 2.917.000. Pecahan 5 gram tembus Rp 14,36 juta, sementara ukuran 10 gram berada di kisaran Rp 28,66 juta.

Untuk investor dengan modal lebih besar, harga emas 100 gram kini menyentuh Rp 285,9 juta. Bahkan, emas batangan 1 kilogram telah melampaui Rp 2,85 miliar.

Angka-angka ini menegaskan bahwa emas bukan lagi instrumen murah, namun justru itulah yang membuatnya semakin dipandang eksklusif dan prestisius.

Harga ini berlaku di Butik Emas Graha Dipta Pulogadung, Jakarta. Perlu dicatat, harga di gerai lain bisa sedikit berbeda tergantung lokasi dan biaya distribusi.

Galeri24 Stabil: Dua Strategi, Satu Tujuan

Menariknya, di saat harga emas Antam melonjak, emas Galeri24 justru terpantau stagnan. Harga emas Galeri24 bertahan di level Rp 2.925.000 per gram, sementara buyback tetap di Rp 2.743.000 per gram.

Perbedaan strategi ini mencerminkan segmentasi pasar yang berbeda. Galeri24 cenderung menjaga stabilitas harga untuk mempertahankan loyalitas konsumen, sementara Antam lebih responsif terhadap pergerakan pasar global.

Keduanya bertemu pada satu tujuan: menjaga emas tetap relevan di tengah perubahan lanskap ekonomi.

Baca Juga: Antam Koreksi Harga Emas Setelah Cetak All-Time High, Apa Sinyal untuk Investor?

Korelasi dengan Saham dan Komoditas

Rekor harga emas tidak berdiri sendiri. Pada hari yang sama, saham-saham berbasis emas dan tambang logam mulia juga mengalami lonjakan signifikan. Saham ANTM, EMAS, hingga HRTA bergerak agresif, menunjukkan bahwa pasar modal dan pasar fisik emas berjalan seiring.

Ini memperkuat tesis bahwa emas sedang berada dalam fase “super cycle” mini—di mana permintaan tidak hanya datang dari individu, tetapi juga dari institusi dan dana besar yang mencari aset aman.

Psikologi Pasar: Takut Kehilangan, Bukan Serakah

Berbeda dengan reli saham yang sering didorong oleh euforia, kenaikan emas justru digerakkan oleh rasa takut kehilangan (fear of loss). Investor khawatir nilai uang tunai tergerus inflasi, sementara aset berisiko bisa terkoreksi sewaktu-waktu.

Dalam kondisi seperti ini, emas menjadi jangkar emosional. Ia tidak menjanjikan keuntungan spektakuler dalam semalam, tetapi menawarkan ketenangan.

Rekor harga hari ini memperlihatkan bahwa ketenangan itu kini dibayar mahal—dan banyak yang rela membayarnya.

Ke Mana Arah Harga Selanjutnya?

Dengan harga emas dunia yang masih bertahan di level tertinggi dan kebijakan moneter global yang belum sepenuhnya longgar, ruang kenaikan emas domestik masih terbuka. Namun, volatilitas tetap menjadi risiko yang perlu diperhitungkan.

Bagi investor, momentum ini lebih cocok dibaca sebagai sinyal jangka menengah, bukan ajakan spekulasi harian. Emas telah berubah dari sekadar logam mulia menjadi indikator kepercayaan terhadap sistem keuangan itu sendiri.

Editor : Mahendra Aditya
#Emas Antam 2025 #emas antam baru #emas antam #emas Antam Galeri 24 #logam mulia Antam #Buyback emas Antam #Harga Emas