Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Mengubah Limbah Ternak Jadi Nilai Ekonomi: Tantangan SDM di UMKM Peternakan

Ali Mustofa • Rabu, 21 Januari 2026 | 09:33 WIB
Keke Tamara Fahira, S.E., M.M.; Dosen Manajemen FEB UMK
Keke Tamara Fahira, S.E., M.M.; Dosen Manajemen FEB UMK

Pertanyaan:

Saya memiliki usaha di bidang peternakan. Kotoran ternak dan sisa pakan bisa diolah menjadi pupuk atau pakan tambahan, tetapi karyawan saya enggan karena merasa itu pekerjaan kotor dan berat.

Bagaimana cara membuat sistem kerja dan motivasi agar mereka mau mengolah limbah menjadi sesuatu yang bernilai, bukan hanya dibuang percuma? (Erwin, Kudus)

Jawaban:

Prinsip Blue Economy mengingatkan bahwa tidak ada yang benar-benar “sampah” jika kita mampu memanfaatkannya kembali.

Semua itu tidak akan berjalan jika SDM di dalam usaha belum siap dan belum merasa memiliki peran.

1. SOP yang Jelas

Buat alur kerja sederhana terkait limbah seperti siapa yang mengumpulkan, kapan diproses, dan alat apa yang dipakai.

SOP yang jelas membuat karyawan memahami bahwa ini bagian resmi dari pekerjaan, bukan tugas tambahan semata.

2. Terapkan Rotasi Tugas

Jangan biarkan hanya satu orang terus mendapat tugas yang dianggap “kotor”.

Buat jadwal rotasi misalnya setiap dua hari, karyawan berganti tugas antara pemberian pakan, pembersihan, dan pengumpulan limbah. Beban kerja terasa adil dan tidak menimbulkan rasa enggan.

3. Sistem Insentif yang Memotivasi

Motivasi tidak selalu berupa uang besar. Bisa berupa bonus kecil mingguan, makanan gratis pada hari tertentu, atau sekadar ucapan penghargaan yang diumumkan di depan karyawan lain.

Alokasikan sebagian keuntungan sebagai insentif agar karyawan merasa dilibatkan dan dihargai.

4. Pemilik Menjadi Teladan di Lapangan

UMKM skala kecil, kepemimpinan melalui contoh memiliki dampak besar.

Sesekali ikut membantu mengolah limbah akan menunjukkan bahwa ini bukan pekerjaan “rendahan”.

Teladan pemilik perlahan akan membentuk budaya kerja yang peduli lingkungan.

5. Libatkan Komunitas atau Masyarakat Desa

Kerja sama dengan kelompok tani, UMKM pupuk organik, atau bank sampah organik desa, sehingga membuat karyawan merasa apa yang mereka lakukan dapat memberi manfaat bagi lingkungan sekitar.

 

Oleh: Keke Tamara Fahira, S.E., M.M.(Dosen Prodi Manajemen FEB UMK)

Editor : Ali Mustofa
#umkm #peternakan #sdm #UMK #kotoran ternak #karyawan #Keke Tamara Fahira