Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Tender Offer 3 Saham Backdoor Listing Siap Rampung, Peluang & Risiko Menarik

Mahendra Aditya Restiawan • Kamis, 15 Januari 2026 | 16:38 WIB

 

Ilustrasi saham
Ilustrasi saham

JAKARTA – Tiga emiten dengan cerita backdoor listing tengah menuntaskan proses tender offer, langkah penting sebelum transformasi kepemilikan dan bisnis mereka berjalan.

Emiten yang dimaksud adalah PT Futura Energi Global Tbk (FUTR), PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE), dan PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA).

Tender offer merupakan prosedur wajib ketika terjadi perubahan pengendali, khususnya melalui aksi akuisisi atau backdoor listing.

Tujuannya, memberikan kesempatan bagi pemegang saham publik untuk menjual sahamnya pada harga wajar sebelum struktur kepemilikan dan arah bisnis berubah drastis.

Mekanisme ini juga berfungsi sebagai pengawasan pasar, mencegah backdoor listing digunakan untuk melewati proses IPO reguler yang lebih ketat terkait keterbukaan informasi dan tata kelola.

Proses tender offer ketiga emiten ini dijadwalkan rampung akhir Januari hingga pertengahan Februari 2026. FUTR dan NINE dijadwalkan pembayaran tender offer pada 27 Januari, sedangkan PIPA pada 13 Februari 2026.


FUTR: Menuju Holding Energi Terbarukan

Setelah diakuisisi PT Aurora Dhana Nusantara (Ardhantara), FUTR bersiap menjadi holding company energi hijau, menampung proyek-proyek energi baru terbarukan (EBT). Transformasi ini melibatkan integrasi anak usaha di berbagai segmen energi bersih.

Direktur Utama FUTR menyatakan, perusahaan tengah menyusun studi kelayakan bisnis dan rencana rights issue pada 2026 sebagai modal awal pengembangan proyek EBT.

Fokus utama adalah proyek panas bumi di Gunung Slamet, dengan kapasitas 220 MW yang telah memiliki Power Purchase Agreement (PPA) dengan PLN selama 30 tahun.

Tahap awal pembangunan 20 MW akan dimulai pada 2026, dengan target Commercial Operation Date (COD) 2027.

Transformasi FUTR ini menghadirkan peluang signifikan bagi investor yang mencari eksposur di sektor energi hijau, sekaligus risiko terkait penyelesaian proyek skala besar dan realisasi PPA yang masih menunggu tahapan konstruksi.


NINE: Dari Teknologi Menuju Sektor Tambang

Sementara itu, PT Techno9 Indonesia Tbk (NINE) memasuki fase baru setelah Poh Grup menjadi pengendali utama.

Strategi utama NINE adalah inbreng aset tambang di Mongolia melalui skema rights issue non-tunai.

Nilai aset masih menunggu penilaian independen, diperkirakan ratusan juta dolar AS, dan diharapkan memperkuat basis aset NINE. Dana tunai dari investor publik akan digunakan untuk pengembangan operasional.

Namun, aset tambang tersebut masih berada di tahap eksplorasi, artinya potensi keuntungan masih bergantung pada keberhasilan produksi masa depan. Secara keseluruhan, proses tender offer NINE menjadi pintu masuk transformasi besar dari emiten teknologi menjadi perusahaan tambang.

Investor disarankan mencermati struktur rights issue dan realisasi aset sebelum menilai valuasi baru, karena ketidakpastian eksplorasi masih tinggi.


PIPA: Dari PVC ke Energi & Logistik

PT Multi Makmur Lemindo Tbk (PIPA) sebelumnya sempat menjadi sorotan pasar dengan harga saham melambung dari level di bawah 10 perak ke atas 600 per saham, namun kini kembali ke kisaran 200-an.

Proses tender offer PIPA dijadwalkan selesai pada pertengahan Februari, dengan PT Morris Capital Indonesia (MCI) sebagai pengendali baru.

MCI menargetkan transformasi PIPA dari produsen material PVC menjadi entitas energi dan logistik. Strategi ini mencakup perdagangan BBM, fasilitas penyimpanan, dan distribusi darat-laut terintegrasi.

MCI menegaskan tidak ada rencana likuidasi atau delisting, serta mempertahankan kebijakan dividen. Fokusnya adalah menjaga stabilitas bursa sekaligus memperluas lini bisnis energi nasional.


Perspektif Investor: Peluang & Risiko

Ketiga emiten ini menghadirkan kombinasi risiko dan peluang tinggi. Investor publik bisa memanfaatkan tender offer untuk exit option atau tetap menahan saham dengan potensi kenaikan harga jika transformasi sukses.

Faktor penting yang perlu diperhatikan:

Bagi investor yang agresif, cerita backdoor listing ini bisa menjadi jalan masuk ke sektor strategis yang sedang tumbuh, tetapi harus diimbangi dengan analisis risiko proyek dan kepastian regulasi.

Editor : Mahendra Aditya
#FUTR #Saham #Tender Offer Saham #NINE #saham hari ini #Saham 2026 #Pipa #emiten #Saham Publik