RADAR KUDUS - Awal tahun selalu menjadi momen krusial bagi pelaku pasar modal. Setelah euforia tutup buku dan window dressing di akhir Desember, perdagangan awal Januari kerap menjadi ajang membaca arah baru pasar.
Memasuki 2026, sejumlah saham big cap dinilai layak masuk radar trader harian maupun investor jangka pendek.
Saham-saham ini disebut sebagai “menu saham bergizi” karena memiliki kombinasi likuiditas, fundamental kuat, dan peluang teknikal yang menjanjikan.
Beberapa emiten papan atas seperti TLKM, ASII, INTP, GGRM, BMRI, hingga BBTN dinilai punya potensi untuk dimaksimalkan pada perdagangan awal tahun.
Analisis teknikal menunjukkan level-level menarik untuk entry, sekaligus ruang gerak yang masih terbuka untuk meraih cuan.
Baca Juga: Founder COAL Terus Lepas Saham, Harga Ambruk ke Rp86 dan Picu Tanda Tanya Pasar
Saham Bergizi untuk Start Tahun
Istilah saham bergizi bukan tanpa alasan. Saham-saham ini umumnya berasal dari sektor mapan, memiliki kapitalisasi besar, serta kerap menjadi incaran investor institusi. Di tengah kondisi pasar yang masih mencari arah, saham-saham berfundamental kuat cenderung lebih tahan guncangan dan cepat pulih ketika sentimen membaik.
Awal 2026 dinilai sebagai momentum yang tepat untuk melakukan trading terukur. Dengan strategi yang disiplin, saham-saham pilihan ini bisa menjadi sumber profit tanpa harus mengambil risiko berlebihan.
TLKM Masih Jadi Andalan Pasar
Telkom Indonesia tetap menjadi salah satu saham favorit di setiap fase pasar. Di awal 2026, TLKM dinilai masih menarik untuk strategi trading buy. Pergerakan harga yang relatif stabil membuat saham ini cocok bagi pemodal yang mengincar cuan dengan risiko terkontrol.
Area masuk berada di kisaran 3.460–3.480 dengan target harga di level 3.590. Level support berada di 3.460, sementara resistance terdekat ada di 3.590. Investor disarankan tetap waspada apabila harga menembus support, dengan batas stop loss di area 3.330 untuk menjaga risiko.
Baca Juga: Net Sell Asing Tembus Rp 42,34 Triliun, Ini Arah Baru Pasar Saham Indonesia di 2026
ASII, Saham Multisektor yang Tangguh
Astra International kembali masuk daftar saham bergizi di awal tahun. Sebagai emiten dengan diversifikasi bisnis yang luas, ASII kerap menjadi pilihan aman saat pasar bergejolak. Secara teknikal, saham ini masih menyimpan peluang kenaikan.
Area beli berada di rentang 6.600–6.700 dengan target harga 6.775. Support kuat berada di 6.600, sedangkan resistance di 6.775. Jika tekanan jual membuat harga turun menembus support, stop loss disarankan di kisaran 6.425.
INTP Menarik di Tengah Optimisme Infrastruktur
Indocement Tunggal Prakarsa juga dinilai layak masuk menu awal 2026. Saham sektor semen ini kerap diuntungkan oleh sentimen pembangunan dan infrastruktur. Dengan pergerakan harga yang mulai membentuk pola positif, INTP menarik untuk trading jangka pendek.
Investor dapat mempertimbangkan entry di area 7.075–7.475 dengan target 7.675. Support berada di 7.075, sementara resistance di 7.675. Untuk mengantisipasi skenario terburuk, stop loss dapat ditempatkan di 6.475.
GGRM, Saham Konsumer dengan Volatilitas Tinggi
Gudang Garam menawarkan karakter yang berbeda. Saham ini dikenal memiliki volatilitas tinggi, sehingga cocok bagi trader agresif. Di awal 2026, GGRM dinilai masih menyimpan peluang teknikal meski pergerakannya cenderung fluktuatif.
Area beli disarankan di kisaran 13.225–14.000 dengan target harga 14.525. Support berada di 13.225 dan resistance di 14.525. Karena risikonya relatif besar, disiplin stop loss di level 11.925 menjadi kunci.
Baca Juga: Ssst… Ini 6 Daftar Saham yang Berpotensi Cetak Cuan Cepat Saat IHSG Anjlok!
BMRI Tetap Favorit di Sektor Perbankan
Bank Mandiri kembali menjadi unggulan di sektor perbankan. Sebagai bank pelat merah dengan kinerja solid, BMRI kerap menjadi incaran investor lokal maupun asing. Awal tahun dinilai sebagai momentum lanjutan untuk memanfaatkan pergerakan saham ini.
Area entry berada di 5.050–5.100 dengan target harga 5.250. Support berada di 5.050 dan resistance di 5.250. Jika terjadi tekanan, stop loss bisa dipasang di 4.850.
BBTN, Saham Properti yang Mulai Bangkit
Bank Tabungan Negara juga masuk radar sebagai saham bergizi awal 2026. Emiten ini sering dikaitkan dengan sektor properti dan perumahan, yang berpotensi kembali menggeliat seiring kebijakan dan permintaan domestik.
Investor dapat masuk di rentang 1.150–1.175 dengan target harga 1.210. Support berada di 1.150, sementara resistance di 1.210. Untuk menjaga risiko, stop loss disarankan di level 1.090.
Strategi Menghadapi Awal Tahun
Memulai tahun dengan strategi yang jelas jauh lebih penting daripada sekadar mengikuti euforia. Saham-saham bergizi di atas bisa menjadi opsi menarik, tetapi tetap memerlukan manajemen risiko yang ketat. Pasar awal tahun kerap bergerak dinamis, dipengaruhi sentimen global dan domestik.
Dengan memilih saham berlikuiditas tinggi, menentukan level entry dan exit yang disiplin, serta tidak mengabaikan stop loss, peluang cuan di awal 2026 terbuka lebar. Tahun baru, strategi baru, dan semoga portofolio ikut tumbuh lebih sehat.
Editor : Mahendra Aditya