Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Ssst… Ini 6 Daftar Saham yang Berpotensi Cetak Cuan Cepat Saat IHSG Anjlok!

Mahendra Aditya Restiawan • Jumat, 12 Desember 2025 | 23:45 WIB
Ilustrasi saham
Ilustrasi saham

RADAR KUDUS - Pasar modal kembali membuka hari dengan tensi tinggi. Jumat pagi, 12 Desember 2025, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka di level 8.651,766.

Angka yang sempat membawa harapan itu ternyata hanya sejenak bertahan, sebelum tekanan jual menyeret indeks turun 13,345 poin atau sekitar 0,15 persen ke posisi 8.607,135.

Suasana pasar riuh—lebih dari 303 saham melemah, sementara 245 lainnya berusaha menapaki jalur hijau dan 156 saham stagnan.

Di saat banyak investor mulai waswas, data transaksi justru menunjukkan geliat besar. Hingga pukul 09.37 WIB, total transaksi mencapai Rp7,318 triliun dengan volume perdagangan hampir menyentuh 15 miliar lembar saham.

Pasar seperti bergerak dalam dua wajah: optimisme tersembunyi, tapi kecemasan lebih tampak di permukaan.

Baca Juga: IHSG Jeblok, Asing Malah Borong! Ini 10 Saham Panas yang Diam-Diam Diserok Saat Pasar Panik

Tekanan Pasar Bukan Akhir Cerita: IHSG Diprediksi Rebound

Meski pagi ini dibuka dengan nuansa kurang bersahabat, analis justru melihat ruang untuk bangkit. Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memproyeksikan peluang rebound dalam perdagangan hari ini.

“IHSG punya potensi menanjak kembali. Support berada di area 8.570–8.600, sementara resistance terdekat di 8.650–8.700,” ungkapnya dalam laporan riset harian.

Riset BNI Sekuritas mencatat, pada perdagangan sebelumnya, IHSG melemah 0,9 persen namun disertai aksi jual asing senilai Rp58 miliar. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBRI, BBCA, ANTM, EMTK, dan AMRT menjadi target distribusi investor asing.

Namun kejatuhan ini bukan tanpa celah peluang. Biasanya, ketika dana asing keluar dan indeks tertekan, trader domestik menemukan ruang bermain yang lebih fleksibel—terutama untuk saham-saham yang sedang bergerak di area teknikal menarik.

Wall Street Menguat, Asia Tergelincir: Sentimen Global Masih Campuran

Di sisi lain, pasar global sedang menampilkan dinamika yang tak biasa. Wall Street, misalnya, justru mencatatkan euforia.

Dow Jones Industrial Average melesat 1,34 persen—ditopang penguatan saham Visa setelah mendapat upgrade dari Bank of America—dan S&P 500 naik tipis 0,21 persen.

Namun, Nasdaq melemah 0,25 persen akibat aksi jual di sektor teknologi, terutama saham-saham berbasis artificial intelligence (AI) yang dinilai sudah terlalu tinggi valuasinya.

Fenomena aliran dana keluar dari saham teknologi menuju sektor yang lebih sensitif terhadap pemulihan ekonomi Amerika menciptakan perubahan pola yang harus dicermati investor global.

Sementara itu, bursa Asia tidak ikut-ikutan merayakan penguatan Wall Street. Nikkei 225 anjlok 0,90 persen, Taiex Taiwan minus 1,32 persen, dan Kospi Korea Selatan turun 0,59 persen.

Hang Seng melemah tipis 0,04 persen. Hanya beberapa pasar seperti ASX 200 Australia dan Straits Times Singapura yang berhasil bertahan di zona hijau.

Kondisi ini membuat pelaku pasar Indonesia perlu lebih jeli membaca sentimen, karena volatilitas regional bisa berdampak cepat pada pergerakan IHSG.

6 Saham yang Direkomendasikan untuk Trading Hari Ini

Di tengah tekanan indeks, beberapa saham justru memasuki fase menarik untuk short-term trading. Berikut daftar saham pilihan analis BNI Sekuritas yang berpotensi jadi “pemberi cuan” untuk akhir pekan.

1. BRMS — Potensi Rebound Mini

Saham tambang ini bergerak di area support kuat. Ruang reli jangka pendek terbuka jika volume beli meningkat.

2. ARCI — Momentum Penguatan

ARCI masih menunjukkan pola breakout kecil. Cocok untuk trader agresif.

3. UNTR — Saham Blue Chip dengan Setup Rapi

Stabil dan bergerak efisien, UNTR sering jadi pilihan favorit trader harian saat IHSG volatil.

4. ENRG — Energy Play Tetap Menarik

Sektor energi masih punya katalis lanjutan. ENRG berada di area akumulasi teknikal.

5. PTRO — Peluang Golden Momentum

PTRO memperlihatkan penguatan bertahap, indikasi bahwa smart money mulai masuk.

6. TINS — Saham Tambang dengan Setup Simpel

Pergerakan harga timah global membantu menjaga momentum saham ini.

Pasar Boleh Berisik, Cuan Tetap Bisa Dikunci

Meskipun IHSG memerah di awal perdagangan, peluang selalu hadir bagi yang cekatan membaca pasar.

Kombinasi sentimen global, aksi jual asing, dan teknikal individu saham membuka ruang bagi trader untuk meraih profit jangka pendek.

Kunci dari hari ini sederhana: ketenangan, disiplin, dan entry yang tepat.
Pasar boleh bergolak, tapi ruang cuan selalu ada bagi yang melihat lebih dalam—dan bergerak lebih cepat.

Editor : Mahendra Aditya
#ihsg #Saham #saham diborong asing #net foreign buy #rekomendasi saham #ihsg hari ini #saham ihsg anjlok #wifi saham