GROBOGAN - Belasan wisatawan asing asal Belanda dan Swedia melakukan ziarah spiritual ke Makam Ki Ageng Tarub di Desa Tarub, Kecamatan Tawangharjo, Kabupaten Grobogan. Kunjungan ini menjadi bukti bahwa wisata religi di Grobogan mulai dikenal luas hingga mancanegara.
Sekitar pukul 12.00, sebanyak 14 wisatawan asal Belanda dan satu dari Swedia tiba di kompleks makam dengan berpakaian serba putih dan bersarung batik. Mereka berjalan menuju pusara tokoh leluhur Raja Mataram Islam.
Rombongan ini dipimpin oleh Mr. Chaas, seorang peneliti dan pemerhati budaya dari Belanda yang mengaku telah lama tertarik dengan spiritualitas dan sejarah Jawa.
“Saya merasa Grobogan menyimpan energi spiritual yang sangat kuat. Dari kisah yang kami pelajari, Ki Ageng Tarub bukan sekadar tokoh sejarah, tetapi juga simbol kebijaksanaan dan kekuatan batin,” ujar Mr. Chaas melalui penerjemah.
Suasana di sekitar makam terasa hening dan khusyuk. Doa-doa mengalun lembut dipimpin oleh juru kunci, disertai prosesi tabur bunga merah putih. Para wisatawan mengikuti dengan penuh takzim, sebagian menundukkan kepala dalam keheningan, seolah menyerap aura spiritual yang menyelimuti tempat itu.
“Kami berterima kasih atas sambutan yang ramah dan penuh hormat. Ini bukan hanya perjalanan wisata, tapi juga pengalaman spiritual yang luar biasa,” tutur Mr. Chaas sebelum rombongan melanjutkan perjalanan menuju Semarang dan Bali.
Mr Chaos mengungkapkan antusiasnya terkait sejarah yang ada di Kabupaten Grobogan. Sejarah peradaban luar biasa, mulai dengan Kerajaan Medang Kamulan. Serta Ki Ageng Tarub ini yang awalnya dongeng biasa.
Menurutnya, kisah Ki Ageng Tarub cukup menarik, terlebih saat Ki Ageng Tarub mencuri selendang Dewi Nawangwulan saat sang bidadari mandi di telaga bersama enam bidadari lainya. Sampai akhirnya sang bidadari tak dapat kembali ke langit karena selendangnya hilang.
"Dan saya mengetahui bahwa Ki Ageng Tarub yag dikenal sebagai leluhur dinasti Mataram, penyebar agama Islam dan hari ini kami datang ke sini untuk melihat makamnya secara langsung dan mengikuti tradisi ziarah," ungkap Mr Chaos.
Rombongan wisatawan mancanegara ini mengikuti tradisi ziarah di makam. Mereka turut mengikuti arahan sang juru kunci dan pemimpin doa di makam tersebut.
Selesai kegiatan, mereka berniat melanjutkan perjalanan ke Semarang. Nantinya, mereka akan berlanjut menuju ke Pulau Dewata Bali.
Kunjungan tersebut turut didampingi, Kapolsek Tawangharjo AKP Sartono. Baginya kunjungan wisatawan mancanegara ke Makam Ki Ageng Tarub menjadi bukti bahwa daya tarik spiritual Grobogan telah melampaui batas lokal.
“Banyak wisatawan asing datang karena tertarik dengan kisah dan ajaran Ki Ageng Tarub. Kami akan terus memberikan pelayanan terbaik agar mereka merasa aman dan nyaman selama berkunjung,” ujarnya.
Namun, pesona Makam Ki Ageng Tarub bukan hanya bagi wisatawan asing. Setiap pekan, ratusan peziarah dari berbagai daerah di Indonesia datang silih berganti—dari Yogyakarta, Surakarta, hingga Madura—membawa bunga, doa, dan harapan.
Bagi mereka, tempat ini bukan sekadar situs sejarah, melainkan ruang batin untuk menenangkan diri dan mendekatkan hati kepada Sang Pencipta. (int)
Editor : Mahendra Aditya