Ambyar Blora Catatan Ekonomi Entertainment Fashion Feature Grobogan Hobi Inspirashe Internasional Jateng Jepara Karimunjawa Kesehatan Kudus Kuliner Lifestyle Mlaku Bareng Nasional Olahraga Otomotif Pati Pendidikan Religi Rembang Sportainment Teknologi Unisnu Mengabdi Wisata

Go Green, Go Local! Keberlanjutan Praktik UMKM Ramah Lingkungan

Redaksi Radar Kudus • Rabu, 23 Juli 2025 | 13:27 WIB
Keke Tamara Fahira, S.E., M.M. (Dosen Manajemen FEB UMK)
Keke Tamara Fahira, S.E., M.M. (Dosen Manajemen FEB UMK)

Pertanyaan:

Saya memiliki usaha yang bergerak dalam bidang food and beverage.

Saat ini saya sangat sadar akan keberlanjutan mendorong usaha saya untuk mengurangi limbah sehingga mendukung praktik bisnis yang ramah lingkungan. Kiranya apa yang dapat saya lakukan? (Jojo, Pati)

Jawaban:

Terimakasih atas pertanyaannya yang luar biasa karena telah memiliki kesadaran tinggi terhadap keberlanjutan dalam bisnis FnB.

Berikut tips dan beberapa Langkah praktis dan berdampak yang bisa anda lakukan untuk dapat mengurangi limbah dan mendukung praktik bisnis ramah lingkungan:

1. Optimasi Penggunaan Bahan Baku:

Menggunakan seluruh bagian bahan makanan (misalnya kulit buah untuk infused water, tulang ayam untuk kaldu).

Kalkulasi menu secara akurat agar tidak overstocking atau food waste.

2. Desain Menu Berkelanjutan:

Mengembangkan menu berdasarkan bahan lokal musiman, sehingga lebih segar, murah, dan mengurangi jejak karbon logistik.

Gunakan bahan nabati lebih banyak, karena makanan berbasis tumbuhan punya dampak lingkungan lebih kecil dibanding produk hewani.

3. Menu Minim Limbah (Low-Waste Menu):

Mengembangkan menu dengan residu dari produksi lain (contoh: ampas jus untuk bahan baku kue).

Buat variasi “menu harian” berdasarkan bahan-bahan mendekati kadaluarsa yang masih layak.

4. Energi dan Air:

Menggunakan peralatan dapur hemat energi (contoh: induction stove, lampu LED).

Pasang aerator di kran untuk menghemat air. Cek dan rawat rutin peralatan untuk mencegah kebocoran atau pemborosan.

5. Pengelolaan Sampah Makanan:

Memisahkan sampah organik dan anorganik. Komposkan limbah dapur organik, atau bekerjasama dengan pihak ketiga yang bisa mengelola limbah jadi pupuk.

6. Gunakan Kemasan Ramah Lingkungan:

Beralihlah ke kemasan biodegradable, kertas daur ulang, atau kemasan yang dapat digunakan ulang.

Memberikan edukasi ke pelanggan tentang pentingnya membawa wadah sendiri atau pilih opsi tanpa sedotan.

7. SDM dan Budaya Kerja Hijau:

Membuat budaya internal yang mendukung keberlanjutan misalnya Challenge mingguan untuk pengurangan limbah.

Reward untuk karyawan yang aktif berinovasi dalam praktik ramah lingkungan.Rekrut staf dengan minat terhadap sustainability dan berikan ruang untuk ide mereka.

8. Edukasi Karyawan dan Konsumen:

Melakukan pelatihan internal untuk tim tentang manajemen limbah dan praktik hijau.

Menyampaikan kepada konsumen melalui media sosial atau materi cetak di toko tentang langkah-langkah hijau yang Anda lakukan.

9. Kerjasama dengan Komunitas atau UMKM Lokal:

Mendukung petani lokal atau pemasok bahan organik. Kolaborasi dengan pelaku daur ulang atau komunitas sustainability.

10. Pantau dan Evaluasi:

Buat catatan limbah harian/mingguan untuk mengetahui pola dan peluang pengurangan.Tetapkan target dan ukur keberhasilannya secara berkala.

 

Oleh: Keke Tamara Fahira, S.E., M.M.; Dosen Prodi Manajemen FEB UMK

 

Editor : Ali Mustofa
#ramah lingkungan #bahan baku #Bisnis FnB #makanan #Keke Tamara Fahira #limbah