KUDUS – Dalam upaya memperluas pemahaman masyarakat terhadap pentingnya Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), Komisi IX DPR RI bersama BPJS Kesehatan Cabang Kudus kembali menyelenggarakan kegiatan sosialisasi di Balai Desa Gubug, Kecamatan Gubug, Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, Jumat (4/7).
Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh masyarakat umum, dengan total peserta mencapai enam ratus orang yang terbagi dalam dua sesi. Antusiasme masyarakat tampak dari partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung.
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat serta menjawab berbagai persoalan terkait pelaksanaan Program JKN.
Ia juga menekankan pentingnya sosialisasi untuk memperluas cakupan kepesertaan JKN, khususnya di wilayah Kabupaten Grobogan.
“Setiap penduduk, khususnya di Kabupaten Grobogan, berhak memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas. Karena itu, kami bersama BPJS Kesehatan berkomitmen untuk memastikan amanat undang-undang tentang jaminan kesehatan dapat terlaksana secara optimal. Saat ini, layanan kesehatan yang diberikan sudah berjalan dengan cukup baik,” ujar Edy.
Lebih lanjut, Edy menyoroti bahwa prinsip gotong royong menjadi pilar utama pembiayaan JKN. Ia mengingatkan bahwa dengan membayar iuran secara rutin, baik peserta dari segmen Penerima Bantuan Iuran (PBI) maupun peserta mandiri memiliki hak yang sama untuk mengakses layanan kesehatan.
“Program JKN ini hadir untuk melindungi seluruh masyarakat dari risiko pembiayaan kesehatan yang tinggi. Tidak boleh ada rakyat miskin yang sakit tanpa mendapatkan layanan hanya karena alasan biaya. Kami di DPR, bersama pemerintah pusat dan daerah, bertanggung jawab menjaga keberlangsungan dan kualitas ekosistem JKN,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kudus, Heni Riswanti, mengungkapkan bahwa capaian Universal Health Coverage (UHC) di Kabupaten Grobogan sudah sangat baik, dengan lebih dari 98 persen penduduk telah terdaftar sebagai peserta JKN.
Namun, ia juga mencatat bahwa sekitar 35 persen dari peserta saat ini masih memiliki status kepesertaan nonaktif.
“Saya sangat mengapresiasi tingginya kesadaran masyarakat untuk mengaktifkan kembali kepesertaan mereka. Terbukti dari antusiasme warga saat layanan BPJS Keliling hadir di Kecamatan Gubug. Ini menunjukkan pentingnya strategi jemput bola dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan layanan JKN tanpa harus datang ke kantor,” kata Heni.
Dalam kesempatan itu, Heni juga memaparkan transformasi mutu layanan yang sedang dikembangkan oleh BPJS Kesehatan, salah satunya melalui optimalisasi teknologi digital.
Aplikasi Mobile JKN, layanan WhatsApp PANDAWA, serta BPJS Kesehatan Care Center 165 kini dapat dimanfaatkan untuk keperluan administrasi tanpa tatap muka langsung.
“Kami mendorong peserta untuk memanfaatkan layanan digital ini agar lebih mudah dan cepat. Selain itu, kami terus menerima masukan dari masyarakat untuk meningkatkan mutu layanan dan memastikan bahwa semua peserta mendapatkan pelayanan yang setara dan tidak diskriminatif,” imbuhnya.
Kegiatan sosialisasi ini mendapat tanggapan positif dari peserta. Salah satunya disampaikan oleh Bayu Sugiharto, tokoh masyarakat Desa Kaliwenang Kecamatan Tanggungharjo, yang menilai kegiatan ini sangat bermanfaat bagi Masyarakat umum.
“Saya mewakili sejumlah masyarakat umum mengucapkan terima kasih sekali dengan adanya sosialisasi ini, masyarakat lebih mengerti mengenai pentingnya jaminan kesehatan, termasuk sistem gotong royong di JKN, dimana masyarakat yang mampu membantu masyarakat yang kurang mampu dan masyarakat yang sehat membantu masyarakat lain yang sakit,” ujar Bayu.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya Program JKN semakin meningkat, serta mendorong lebih banyak warga untuk aktif dalam kepesertaan, guna mewujudkan layanan kesehatan yang inklusif dan berkesinambungan. (*)
Editor : Ali Mustofa